Kasat Reskrim Polres Banjar:
“Kasus ASN Selingkuh Berkembang ke Kasus Pemerasan,”

Kasat Reskrim Polres Banjar:“Kasus ASN Selingkuh Berkembang ke Kasus Pemerasan,”

Kasat Reskrim Polres Banjar:
“kasus ASN selingkuh berkembang ke kasus pemerasan,”

BANJAR, buletinindonesianews.com – Ramainya pemberitaan mengenai kasus perselingkuhan dan pesta miras oknum ASN dalam sebuah kegiatan gathering kini menjadi sorotan publik.

Bagaimana tidak? pusat pemerintahan kota Banjar ini diramaikan telah melakukan pesta miras dan mengabaikan moral salah seorang pegawainya yang diduga telah melakukan tindakan asusila.

Assisten daerah setda kota Banjar, H Agus Nugraha menyayangkan adanya pemberitaan yang terkesan menggiring opini publik dalam menyampaikan informasinya sehingga menimbulkan keresahan dimasyarakat.

“kami sudah serahkan permasalahan ini ke Inspektorat untuk didalami dan terkait pemberitaan yang sudah beredar, kami tentu akan ambil sikap,” tandas Agus.

Pihaknya berharap, permasalahan ini dapat disikapi dengan bijak tanpa harus mengaitkan dengan intansi pemerintahan dimana keduanya bernaung.

“setda merupakan lembaga pemerintahan dan tidak ada hubungannya dengan pesta miras seperti yang diberitakan. Kami berharap media juga lebih profesional dalam menjalankan tugasnya dan tidak melebarkan masalah atau mengaitkannya dengan setda,” ujarnya.

Permasalahan dimulai dengan laporan J, suami S, seorang honorer di ruang lingkup Setda yang dituduh berselingkuh dengan Y, seorang ASN yang telah beristri.

J mengaku memergoki histori percakapan keduanya dalam aplikasi pesan Whatsapp yang kemudian dijadikan dasar penuntutan agar Y dan S dipecat.

Selain menuduh telah terjadinya perselingkuhan, tersiar kabar juga dengan adanya dugaan pesta miras diruang lingkup Setda yang dihembuskan J pada sebuah acara gathering di Hotel H Kuningan, Jawa Barat.

Menurut J, sang istri yang juga menghadiri acara tersebut dipergoki teler saat dirinya menyusul ke hotel dimana sang istri menginap.

“istri saya sudah dalam keadaan teler dikamarnya dan mulutnya bau alkohol,” terangnya.

Atas insiden tersebut, J kini melaporkan S dan Y ke Inspektorat dan menuntut agar mereka dipecat dari pekerjaannya.

Inspektur pembantu pada Inspektorat kota Banjar, H Agus Muslih, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan J dan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan klarifikasi ke beberapa pihak terkait.

“terkait kasus perselingkuhan sedang kami klarifikasi ke pihak keluarga. Minggu ini diharapkan hasilnya sudah keluar dan nanti akan kami sampaikan,” ungkapnya.

Sementara Y, saat dikonfirmasi bersama istrinya mengaku bahwa semua tuduhan J Sama sekali tidak mendasar.

“semua ini tidak benar. Saya merasa diperas oleh beberapa oknum yang gagal meminta sejumlah uang kepada saya sehingga ancaman mereka dibuktikan melalui pemberitaan yang sudah mencoreng nama baik saya,” ungkapnya.

Y bahkan mengaku pernah mencoba menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan dirumah S.

“saya dipaksa untuk mengaku karena J melempar saya dengan asbak sehingga mengenai pelipis dan kepala saya sampai robek dan berdarah. Saat itu istri saya langsung pingsan melihat keadaan saya dan saat saya ingin menyelamatkannya, J bersama keluarganya meminta jaminan kepada saya dan tanpa pikir panjang, saya berikan motor saya asal saya bisa bawa pergi istri saya dari sana,” paparnya.

Hal senada dikatakan S yang mengatakan bahwa semua isi pemberitaan tersebut tidak benar.

“hubungan saya dan suami baik-baik saja sebelumnya. Hanya saja ada pihak yang memberi pengaruh buruk kepada suami saya, semua yang dikatakannya tidak benar dan tidak ada buktinya,” tegasnya.

Kasat reskrim polres Banjar, Iptu M Zulkarnaen, S.I.K saat ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya laporan perihal kasus perselingkuhan yang disangkakan J kepada S dan Y.

“kami masih selidiki kasus tersebut karena sejauh ini pelaporan J kurang disertai bukti yang kuat. Kami juga sudah memanggil Y untuk dimintai keterangan dan ada kemungkinan akan kami kembangkan terhadap dugaan pemerasan yang terjadi dalam kasus ini,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN