Kasus Covid Dikota Banjar Naik, PTM Tetap Diberlakukan di Luar Zona Merah

Kasus Covid Dikota Banjar Naik, PTM Tetap Diberlakukan di Luar Zona Merah

BINews

Banjar,- Pertumbuhan angka covid-19 dikota Banjar yang semakin meningkat dengan total jumlah terkonfirmasi positif kini mencapai 74 kasus dan 32 diantaranya merupakan kasus positif aktif yang tersebar di 9 desa atau kelurahan yang ada dikota Banjar.

Hari ini, Rabu (4/11/20) tercatat ada 4 kasus penambahan yang tersebar di 3 lokasi. Mereka adalah R (18) santriwati kabupaten Tasik asal Desa Cibeureum, Ny. N (57) dan I (15) asal cluster keluarga Lembur Balong dan Ny. Y (42) pasien suspek asal Kelurahan Mekarsari yang kini menjalani isolasi di RSUD kota Banjar.

Kepala Dinas Pendidikan kota Banjar, drs H. A Lukmanulhakim, M.Si

Total kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 di 9 Desa dan Kelurahan tersebut antara lain dari Kecamatan Banjar terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Balokang, dan Kelurahan Mekarsari dengan jumlah 4 kasus.

Sementara itu, Kecamatan Pataruman berasal dari Kelurahan Hegarsari, Kelurahan Pataruman dan Desa Sinartanjung dengan jumlah 10 kasus, Kecamatan Purwaharja berasal dari Kelurahan Purwaharja dan Karang Panimbal dengan jumlah 7 kasus dan untuk Kecamatan Langensari kasus terkonfirmasi didominasi oleh Kelurahan Muktisari sebanyak 11 kasus.

Peta resiko penyebaran kasus covid ini kemudian menjadi barometer bagi dinas pendidikan kota Banjar dalam melaksanakan PTM langsung bagi 15 sekolah dari tingkat SD dan SMP.

Ditemui diruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan kota Banjar, drs H. A Lukmanulhakim, M.Si didampingi Kabid dikdas Ahmad Yani mengungkapkan bahwa Minggu ini sudah ada 15 sekolah yang melaksanakan PTM di Kecamatan Banjar dan Pataruman. Dari 15 sekolah tersebut, 3 diantaranya merupakan tingkat SMP dan 12 tingkat SD yang salah satunya kini masuk zona merah yaitu SDN 1 Cibeureum.

“berdasarkan hasil rakor dan arahan dari Wali kota dan satgas penanggulangan covid-19, terhitung sejak Senin 2 November kegiatan PTM sudah dapat diberlakukan di wilayah yang merupakan zona hijau. Namun, apabila dalam pelaksanaannya kemudian wilayah tersebut terdapat kasus baru, maka PTM dapat di berhentikan secara otomatis,” tegasnya.

Lebih jelas, Lukman menjabarkan bahwa kegiatan PTM hanya diterapkan selama 120 menit dengan protokol kesehatan ketat khusus untuk kelas 6 tingkat SD dan kelas 9 tingkat SMP.

“jadi masih diberlakukan bertahap khusus bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP dengan pembatasan 2 shift/kelas, itupun dengan ketentuan guru dan siswa dari zona merah tidak diperkenankan mengikuti kegiatan PTM tersebut,” tambahnya.

Rencananya, Minggu depan kegiatan PTM akan diterapkan oleh 36 sekolah tingkat SD dan SMP di 9 Desa/Kelurahan yang tersebar di 4 kecamatan yang ada dikota Banjar. Kegiatan tersebut tentunya berjalan diluar zona merah dan sewaktu-waktu dapat dihentikan menyesuaikan dengan peta resiko penyebaran covid.

Diakui Lukman, saat ini kendala bagi pemberlakuan PTM adalah fluktuasi kasus covid yang naik turun sehingga pihaknya terus menyesuaikan kegiatan PTM dengan peta sebaran resiko covid-19 yang dirilis satgas penanggulangan covid kota Banjar.

(Susi)

Admin BIN