oleh

Kasus Dugaan Penipuaan CPNS Berlanjut, Tiga Orang Saksi dan Korban Masuk Persidangan

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Sidang kasus dugaan penipuan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan modus akan meloloskan korban untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kembali digelar Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (04/08/2021).

Sidang yang diketuai oleh Ketua Hakim, Ahmad Iyud Nugraha, SH.,MH didampingi Hakim Anggota, Indra Muharam,SH.,MH dan Andika Perdana SH.,MH, dimulai dengan beberapa pertanyaan kepada korban, dengan menghadirkan 4 saksi, termasuk salah satu Sukanto warga  Kabupaten Pangandaran yang merupakan korban.

Dalam persidangan tersebut, korban Sukanto (Pelapor) mengungkapkan, pertemuan dengan tersangka MSP (Terlapor) beberapa tahun lalu, sekitar akhir tahun 2018 melalui rekan kerjanya. Pelaku yang bekerja sebagai Kasubag Kepegawaian Kanwil Pusat disalah satu kantor Pemerintah, menjanjikan akan meloloskan korban agar diangkat menjadi PNS.

Pada tahun 2019, korban yang baru sadar dan mencurigai pelaku, akibat susah berkomunikasi, lalu melaporkan permasalahannya tersebut ke Polres Ciamis. Diakuinya selama perjalanan di tahun 2018-2019, atas permintaan pelaku dirinya telah beberapa kali mentransfer uang melalui rekening yang berbeda-beda, hingga mencapai Rp. 295 juta.

“Pada September 2019 saya mulai mencurigai, karena telfon tidak aktif. Pelaku yang saya tahu, bekerja sebagai Kabag Kepegawaian di Jakarta. Terkait nominal tidak ada kesepakatan berapa-berapanya, tapi ketika dipinta pelaku, saya kirim melalui rekening milik orang lain, hingga jumlahnya mencapai 295 jutaan,” katanya.

Salah seorang saksi, Komarudin warga Kota Bogor yang merupakan salah satu pemilik rekening yang digunakan pelaku, mengaku tidak tahu jika ATM dan Buku Tabungannya yang diserahkan pada pelaku akan dipergunakan untuk kasus yang menyeretnya ke dalam kursi persidangan.

“Saya merasa telah ditolong saja oleh MSP, waktu itu menjual tanah milik orang tua, hingga merasa sudah kenal dekat dan ketika meminjam ATM dan Buku tabungan, saya serahkan begitu saja, tanpa berfikir apa-apa,” terangnya.

Saksi lainya, Tatang yang juga penyidik dari Kepolisan Resor Ciamis, didalam persidangan mengatakan jika masih ada korban yang lain yang datang ke Polres Ciamis, menurutnya untuk sementara ada 5 korban yang mengaku telah dirugikan pelaku dengan modus yang sama, semuanya warga Pangandaran.

“Kemungkinan sebanyak 5 orang korban berupaya menuntut keadilan perkara terkait hukum perdata ataupun pidana,” jelasnya..

Ditemui terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ciamis, Palupi Wiryawan, didampingi Jaksa Fungsional atau JPU dari Kejari Ciamis, Fitri Jayanti Eka Putri, mengatakan dari hasil persidangan, fakta-faktanya tersebut akan dituangkan kedalam surat tuntutan dari keterangan para saksi.

“Sidang akan dilanjutkan minggu depan, Selasa (10/08/ 2021) dan pelaku sendiri saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Ciamis,” pungkasnya.

News Feed