oleh

Kasus Laskar FPI di KM 50 Diminta Investivigasi Ulang, Citra Polri Bisa Kembali Positif?

Buletin indonesia News.com

JAKARTA, DKI Jakarta — Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, mengharapkan Polri kembali ungkap kasus penembakan yang terjadi di KM 50 di Jalan Tol Cikampek-Jakarta, kepada enam laskar FPI, Senin (7/12/2020).

Menurut Hidayat, investivigasi ulang kasus penembakan KM 50 dapat membuat citra Polri kembali sesuai dengan keinginan Presiden RI, Joko Widodo.

“Sampai 4 kali Presiden @jokowi peringatkan agar Polri usut tuntas kasus penembakan Brigadir J. Tentu bukan hanya untuk penyelamatan citra Polri, tapi juga tegaknya hukum dan keadilan. Maka wajarnya komitmen ini dilanjutkan, termasuk untuk tuntaskan kasus #KM50 terkait tewasnya 6 laskar FPI,” cuit Hidayat Nur Wahid di akun Twitter resminya @hnurwahid , Selasa (9/8/2022).

Diketahui, kasus KM 50 terjadi pada Desember 2020, di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. di dalam kejadian ini, anggota Laskar FPI terlibat aksi kejar-kejaran dan tembak-menembak dengan anggota Polda Metro Jaya.

Jaksa penuntut umum, didalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengatakan bahwa anggota Laskar FPI ditembak dari jarak yang dekat oleh tiga anggota Polda Metro Jaya, yaitu Alm. Ipda Elwira Priadi Z, Briptu Fikri Ramadhan, dan Ipda Mohammad Yusmil Ohorella.

Akan tetapi, berdasarkan Pasa 49 KUHP, Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa merupakan bentuk pembelaan terpaksa, sehingga tidak dapat dijatuhi hukuman pidana.

Meskipun sudah diputuskan oleh pengadilan, masih ada beberapa pihak yang menilai kasus tersebut masih janggal. Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), misalnya telah menyerahkan enam bukti temuan kejanggalan vonis yang melepas dua terdakwa di dalam kasus KM 50 ini sebagai Amicus Curiae kepada Mahkamah Agung (MA) pada akhir bulan Maret 2022 lalu.