oleh

Keberhasilan Polresta Banjar Menjaga Kamtibmas Selama 2022 Mendapat Apresiasi PN, Ketua PN : Kedepannya Harus Lebih Pro Aktif

Buletin Indonesia News.com

Banjar, — Keberhasilan Polres Banjar dalam Kamtibmas dan Operasi Lilin Lodaya 2022 mendapat apresiasi dari Pengadilan Negeri kota Banjar. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Banjar Wahyu Setioadi, saat dimintai tanggapannya terkait kinerja Polres Banjar tahun 2022, Rabu (18/01/2023).

Ditemui di sela kegiatannya Wahyu Setiadi menyampaikan terima kasih serta memberikan apresiasi kepada Polres Banjar atas keberhasilan tugas dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah kota Banjar.

“Khususnya pada pelaksanaan tugas Operasi Lilin Lodaya 2022 dalam rangka pengamanan Nataru yang berjalan aman dan kondusif,” ucap Wahyu.

Wahyu juga kagum dengan inisiatif Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, yang mengadakan live music di alun-alun kota Banjar pada pengamanan nataru lalu. Menurutnya hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi warga masyarakat, seniman, dan para pedagang.

“Dengan adanya itu (live music) kan jadi ramai ada hiburan terus pada jajan, warga yang hadir juga kan tidak khawatir. Adanya hiburan di tengah masyarakat oleh polisi, merupakan suatu bukti kalau polisi menjamin keamanan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wahyu mengimbau peran aktif warga masyarakat dalam menjaga kamtibmas, dengan peran aktif dari masyarakat maka dapat tercipta kota Banjar yang selalu aman dan kondusif. Polri juga didorong untuk bertindak tegas terhadap para pelaku yang dianggap dapat menjadi ancaman dan mengganggu keamanan.

Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Banjar Aipda Nandi Darmawan saat dihubungi mengatakan, polisi akan bertindak tegas terhadap segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu kamtibmas di kota Banjar.

Terkait dengan adanya kegiatan geng motor yang dianggap meresahkan warga, sesuai instruksi personil polres Banjar akan lebih memaksimalkan patroli gabungan pada malam hari. Selain itu para anggota geng motor yang kedapatan membawa senjata tajam akan ditindak sesuai undang-undang.

Nandi menjelaskan berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam maka akan dipidana penjara maksimal 10 tahun. Hal itu sebagai bentuk ketegasan polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Polri tidak main-main, segala bentuk ancaman gangguan kamtibmas akan kami ambil tindakan. Ada undang-undangnya dan bisa dipidana itu,” kata Nandi.

(Bayu)