oleh

Kendaraan Jadi Bodong Gara-gara Tak Perpanjang STNK? Berikut Penjelasannya

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA,- Hati-hati dengan kendaraan yang pajak lima tahunnya habis dan tidak langsung diperpanjang selama dua tahun. Karena jika sudah begitu, data dari kendaraan akan langsung di hapus dan tidak bisa diregistrasi lagi. Itu semua dilakukan supaya masyarakat lebih taat dalam memyar kewajibannya sebagai pemilik pajak. Kebijakan tersebut juga terdapat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 74.

“Itu sudah saya buka, itu bukan diblokir tapi terhapus, kalau dihapus berarti hilang,” papar Brigjen Pol Yusri Yunus, Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, dilansir dari website Korlantas Polri.

Yusri berujar, sebelum data kendaraan yang menunggak pajak dihapus, pemilik kendaraan akan diberikan beberapa peringatan terlebih dahulu. Dilihat dari Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2021, akan ada tiga peringatan yang diberikan dalam waktu berbeda. Peringatan tersebut akan disampaikan secara manual atau elektronik.

Adapun peringatan pertama akan diberikan saat tiga bulan sebelum melakukan penghapusan data Rigedent Ranmor. Lalu dilanjutkan dengan peringatan kedua dalam jangka waktu satu bulan setelah peringatan pertama apabila tidak ada tanggapan yang diterima. Terakhir, setelah satu bulan tidak ada tanggapan, peringatan ketiga kembali dikeluarkan.

Jika tidak ada tanggapan dari ketiga peringatan tersebut, maka dalam jangka waktu satu bulan sejak peringatan ketiga dikeluarkan, akan dilakukan penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Jika datanya dihapus, maka kendaraan pemilik menjadi bodong dan tidak sah untuk dikendarai di jalan.

Pada pengimplementasiannya, pertama Polri akan memberikan surat peringatan selama 5 bulan, dilanjutkan dengan pemblokiran registrasi kendaraan bermotor selama satu bulan, setelahnya menghapus data dari induk ke data record selama 12 bulan. Di akhir, baru akan dilakukan penghapusan data registrasi kendaraan bermotor secara permanen.

“STNK mati kita kasih SP (Surat Peringatan). Jadi SP itu akan dikirimkan ke pemilik kendaraan, secara bertahap dari tahun ini,” papar Yusri.