Ketua YPHLI Dukung Seruan Gubernur DKI, Jangan Buang Masker Bekas Sembarangan

Ketua YPHLI Dukung Seruan Gubernur DKI, Jangan Buang Masker Bekas Sembarangan

Buletin Indonesia News,

Jakarta,— Atas dasar seruan Gubernur DKI Nomor 9 tahun 2020, Anies Baswedan tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Corona virus Disease (Covid-19) Ketua Umum YPHLI, Boy Junafiah yang didampingi kuasa hukumnya Tonny Supriadi SH.MH sangat mendukung langkah dan program tersebut.

Apalagi sekarang ini masker sangat sulit didapat dikarenakan masker hanya sekali pakai yang sudah beredar sebelumnya. Jika pembuangannya tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan masalah baru lagi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Peduli Hijau Lestari Indonesia (YPHLI) yang didampingi Kuasa Hukum Tony Supriadi, SH, MH di Jakarta, Minggu (05/04/2020).

“Sampah jenis ini bisa masuk kategori infeksius yang menyebabkan penyebaran penyakit. Maka dengan itu diperlukan penanganan khusus agar tidak menjadi tempat penularan Covid-19,” kata Boy.

Ketua YPHLI Boy Junafiah Kanan bersama biro hukum Tony Supriadi, SH, MH


Boy menganjurkan agar di masyarakat sebelum membuang masker sekali pakai ini harus dipotong-potong kecil terlebih dahulu atau dirusak, harapannya agar tidak disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memproduksi ulang masker tersebut.

pembuangan masker bekas harus ditempatkan secara khusus tempat limbahnya serta perlu identifikasi khusus. Langkah ini untuk melindungi petugas kebersihan yang bekerja dalam penanganan sampah, sambungnya.

Masyarakat terlanjur resah untuk berbondong bondong membeli masker ini atau “panic buying”. Sehingga telah mulai terjadi keterbatasan persediaan masker medis untuk tenaga medis,” ujar Boy.

Lanjutnya maka dari itu mulailah menggunakan masker kain yang bisa dicuci sendiri dan dipakai berulang-ulang. Bagi yang ingin membantu sesama warga maka bantulah dengan mengadakan atau memproduksi dan membagikan masker kain.

“Tetapi yang paling penting tetap mengutamakan berada dirumah (diam dirumah) serta menjaga jarak aman dan sering mencuci tangan dengan sabun (hand sanitizer) dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang aman,” serunya.


Hal senada diungkapkan Gary Stokes seorang aktivis lingkungan untuk konservasi dan perlindungan laut prilaku membuang masker habis pakai sembarangan menimbulkan masalah baru dilautan.

“dikhawatirkan jika nantinya masker yang telah terkontaminasi Covid-19 bisa membawa dampak terhadap kehidupan laut, jika dibuang sembarangan,” terang Gery.

Maka dia mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan masker bekas pakai, yang telah dipergunakan, untuk di buang ketempat yang aman.

(TN/A)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: