oleh

Komnas Perempuan Mendukung PPSU Lindas Pacar Menggunakan Motor Di Hukum

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA, DKI Jakarta —Komnas Perempuan mengatakan banyak kasus kekerasan kepada pacar di Indonesia. Salah satunya terjadi pada PPSU (Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2022) siang. Ias menganiaya pacarnya sendiri yang sama-sama anggota PPSU.

“Di tahun 2021,ada sebanyak 1.685 kasus kekerasan dalam pacaran (KDP), terdiri dari 1.222 kasus yang diadukan kepada lembaga layanan, dan sisanya ada 463 kasus yang diadukan ke KP (Komnas Perempuan),” kata Theresia Sri Endras Iswarin, Komisioner Komnas Perempuan, Kamis (11/8/2022).

Theresia mengatakan, kekerasan dalam pacaran, terus berulang-ulang terjadi kepada korban, dengan berbeda-beda bentuknya. Sayangnya, tindakan tersebut dilakukan pelaku karena beralasan cinta kepada korban.

“Kekerasan dalam pacar tersebut, berlapis-lapis, dan berulang-ulang. Bahkan bentuknya beragam, contohnya kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual. Superioritas, dominasi dan agresi pelaku dilakukan atas nama cinta kepada korban,” kata Theresia.

Theresia menambahkan, kekerasan dalam pacaran sering berujung dengan berdamai. Contohnya yang terjadi pada anggota PPSU, pria berinisial Z, kepada pacarnya E, di Rawa Barat.

“Terjadinya perdamaian dalam Kekerasan Dalam Pacaran, biasanya karena relasi yang membuat bingung, antara mencintai, kasihan, tetapi disisi lain membenci perilaku yang melakukan kekerasan. Namun, rasa kasihan dan merasa masih dalam relasi cinta yang menyebabkan korban memilih untuk berdamai” kata Theresia.

Meskipun korban dan pelaku sudah berdamai, pihak kepolisian tetap bisa mengusut kasus kekerasan tersebut. Seperti Polsek Mampang yang menetapkan tersangka kepada Z.

“Tindakan polisi yang meneruskan kasus tersebut, biasanya bukan dianggap sebagai delik aduan, tetapi delik biasa. Kepolisian bisa langsung bertindak memproses kasus tersebut,” kata Theresia.