Lonjakan Pasien Mengalami Peningkatan Jelang lebaran, Dirut RSUD Kota Banjar Harap-Harap Cemas Nantikan Hasil Swab

Lonjakan Pasien Mengalami Peningkatan Jelang lebaran, Dirut RSUD Kota Banjar Harap-Harap Cemas Nantikan Hasil Swab

Buletin Indonesia News,

Banjar, — Menjelang lebaran kemarin, banyak sekali terjadi pusat kerumunan yang bermula dari tradisi belanja yang dilakoni masyarakat dan berakibat terhadap munculnya penambahan jumlah orang yang terdiagnosis reaktif Rapid.

Dari keterangan Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit dinas kesehatan Kota Banjar, lonjakan angka reaktif terjadi pasca dilakukan Rapid tes massal di beberapa swalayan dan minimarket. Total ada 21 kasus reaktif baru yang mengidap para karyawan, 16 merupakan karyawan Swalayan Toserba Yogya, Pajajaran dan Samudra sementara 5 lagi merupakan karyawan Minimarket. Dari 21 hasil reaktif Rapid karyawan tersebut, tercatat warga Kota Banjar sebanyak 12 orang.

Banyaknya karyawan terdiagnosis reaktif tersebut, akhirnya melahirkan keputusan Walikota untuk menutup ketiga pusat perbelanjaan pada hari Sabtu lalu. Selain untuk mencegah terjadinya kerumunan yang membludak ditengah PSBB, pemerintah juga mulai menunjukan keseriusannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Sayangnya, pemerintah belum bisa memberi sanksi tegas lainnya mengenai sejumlah pelanggar PSBB. Akibatnya, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi pemberlakuan PSBB dengan beraktivitas diluaran tanpa protokol kesehatan.

Dipasar, masih banyak pedagang atau pembeli yang hanya menggantung masker di leher tanpa digunakan sebagai alat pelindung diri. Begitu pula dengan beberapa rumah makan yang karyawannya enggan menerapkan protokol kesehatan dalam melayani pembeli. Disamping itu, adapula masyarakat yang masih sering kedapatan membawa anak balitanya beraktivitas tanpa mengenakan masker.

Dirut RSUD Kota Banjar, drg Eka Lina Liandari harap-harap cemas menunggu hasil Swab

Menanggapi kondisi seperti itu, Dirut RSUD Kota Banjar, drg Eka Lina Liandari, mengatakan bahwa butuh kerjasama dari masyarakat untuk mengakhiri pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, sejak menjelang lebaran telah terjadi lonjakan pasien yang di isolasi dan 3 PDP asal Kota Banjar yang meninggal.

“Untuk lonjakan pasien kebanyakan merupakan pasien dampak pemeriksaan Rapid yang didominasi cluster karyawan Swalayan dan Minimarket yang terurai di 2 rumah sakit, yaitu RSUD dan RS Asih Husada. Untuk RSUD sendiri sekarang ada 38 pasien isolasi. Sementara Pasien PDP meninggal mengalami peningkatan walau masih dalam tahap normal,” paparnya.

Eka berharap, hasil Swab dari pasien tes rapid semuanya negatif dan masyarakatpun konsisten mengikuti himbauan pemerintah di masa perpanjangan PSBB.

“Kami masih menunggu dengan kalut hasil pemeriksaan swab cluster karyawan swalayan dan minimarket, semoga tidak pecah telur lagi dan semuanya negatif,” tutupnya.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: