oleh

Main Lato-Lato Buat Orang Cedera? Begini Tanggapan Dokter Ortopedi

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA,- Siapa sih yang tidak tahu lato-lato? Permainan yang sedang marak di kalangan anak kecil sampai orang dewasa ini seakan memberikan kesenangan tersendiri bagi para pemainnya. Hanya saja suara bising yang dihasilkan membuat beberapa orang merasa terganggu karena dimainkan disembarang tempat dan tidak tahu waktu.

Tetapi tidak sedikit orang yang menilai bahwa lato-lato memberikan dampak positif lantaran anak-anak tidak lagi disibukan dengan ponsel. Padahal berlebihan dalam bermain lato-lato bisa jadi akan memberikan dampak buruk loh. Jadi bagaimana kalau penyuka permainan itu malah cedera?

Dokter Oryza Satria, SpOT(K), dokter ortopedi dengan subspesialisasi hand and microsurgery dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro menyebutkan memang ada risiko cedera ketika berlebihan bermain lato-lato. Tetapi ini mungkin akan terjadi jika sebelumnya memiliki riwayat cedera.

“Kalau cuma digantung saja tidak akan ada keluhan apa-apa. Kecuali kalau bermain dalam jangka waktu yang lama, kemudian tangannya itu ada bekas cedera yang berat gitu mungkin akan berpengaruh,” ucap dr Oryza dilansir dari detikcom, Kamis (12/1/2023).

Namun, menurut dr Oryza bermain ponsel justru lebih memberikan dampak negatif karena gerakan repetitif yang dihasilkan saat bermain ponsel. Hal itu terbukti bisa memicu kondisi yang disebut carpal tunnel syndrome.

Risiko itu juga bisa terejadi akibat kegiatan sehari-sehari, seperti naik motor dalam waktu yang lama atau pun berkebun. Risiko lain dari kebiasaan sehari-hari itu bisa disebut musculoskeletal disorder (MSD) yang bisa menyerang otot, tulang, persendian dan ligament.

Salah satu pemicu terjadinya MSD karena kebiasaan yang tidak ergonomis, Makanya dr Oryza sangat menyarankan untuk mencari posisi kerja senyaman mungkin.

“Khusus di tangan, jadi posisi ergonomis adalah sikunya 90 derajat, tangannya 90 derajat, kemudian pandangan lurus ke depan. Posisi tangan juga jangan terlalu belok,” katanya.

Terakhir, posisi ergonomis tidak selalu sama pada semua orang. Karena kegiatan di tempat kerja secara individual berbeda dan tentunya akan berpengaruh terhadap posisi ideal yang bisa di capai.