Membedah Potensi Wisata Alam Curug Putri di Kota Banjar

Membedah Potensi Wisata Alam Curug Putri di Kota Banjar

buletinindonesianews.com

BANJAR, – Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi daerah yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Bagaimana tidak, melalui kunjungan wisatawan, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mendongkrak perekonomian kreatifnya dengan memajang produk-produk maupun makanan khas lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi daerah yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian.

Kota Banjar sendiri saat ini mulai melirik potensi pariwisata untuk menggali PAD yang keuntungannya dapat menyentuh industri pariwisata baik itu UMKM, pengusaha hotel dan restourant maupun agen travel. Hal tersebut dapat dilihat dengan berbagai upaya pemerintah dalam melengkapi beberapa fasilitas di objek wisata yang ada dikota Banjar.

Sayangnya, belum semua potensi alam yang ada dikota Banjar terjamah oleh pemerintah. Seperti salah satu curug yang ada didusun Cibeureum desa Balokang kecamatan Banjar. Curug tadah hujan ini memiliki spot yang cukup menarik apabila dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.

Curug Putri dikenal oleh masyarakat terdahulu sebagai pemandian umum. Lokasinya yang cukup mudah dijangkau ini terletak beberapa ratus meter dari kantor kepala desa Balokang. Uniknya, curug ini memiliki spot undakan bebatuan yang cukup terjal dan terdiri dari beberapa pancuran air terjun. Salah satunya, air terjun setinggi 30 meteran yang posisinya berada di paling atas undakan curug lainnya.

Menurut Nini, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi, curug tersebut sudah biasa dikunjungi muda mudi saat hari libur.

“sebelum corona, kalau lagi libur banyak sekali pengunjung yang datang. Bahkan bisa ratusan pengunjung kalau sedang ramai,” ungkap Nini.

Dinas pemuda, olahraga dan pariwisata melalui staff bidang pariwisata, Dian, mengatakan bahwa spot curug tersebut masih merupakan tadah hujan.

“apabila kemarau airnya mengering dan itu masih jadi salah satu kendala untuk mengembangkannya sebagai spot destinasy wisata dikota Banjar,” katanya.

(Susi)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: