oleh

Mengaku Wartawan, Tagih Uang Koran Pakai Kwitansi Palsu

www.buletinindonesianews.com

CIAMIS, Jabar —  Seorang yang mengaku sebagai wartawan media online di Ciamis tertangkap tangan saat menagih uang tagihan koran di SMAN 1 Ciamis menggunakan kwitansi palsu dari beberapa media, Kamis (26/08/2021).

ZA (50) warga Dusun Pananjung RT 7 RW 02 Desa Sinartanjung Kecamatan Pataruman Kota Banjar, tertangkap tangan saat menagih uang koran menggunakan beberapa kwitansi palsu dari berbagai media, adapun media yang kwitansinya dipalsukan ZA diantaranya, Tribun Jabar, Harapan Rakyat Jakarta, Nolduanews, Republika dan Radar Nusantara.

Atas kejadian tersebut ZA hampir saja menjadi bulan-bulanan wartawan yang medianya merasa dirugikan, namun berhasil dilerai, barang bukti beberapa lembar kwitansi palsu dari beberapa media berhasil diamankan dari dalam tasnya.

Humas SMAN 1 Ciamis, Supyan Iskandar mengakui bahwa pihaknya kedatangan orang yang mengaku wartawan untuk menangih uang langanan koran, tapi yang membuat curiga kwitansi yang diberikan berupa kwitansi foto copy.

“Hampir setiap bulan dia datang ke bendahara untuk menagih uang koran dari berbagai media yang totalnya Rp. 200 ribuan, tetapi kwitansi yang diberikan kepada kami poto copy an,” katanya.

Menurutnya, bukan hanya SMAN 1 saja yang sering ditagih tiap bulan, banyak laporan dari sekolah lain dengan kasus yang sama oleh ZA yaitu ditagih uang koran dari berbagai media dan kwitansi foto copy an.

“Bahkan informasi yang kami dapat dia juga pernah meminta sejumlah uang kepada salah seorang dokter,” jelasnya.

Dijelaskannya,  orang tersebut setiap bulan datang ke sekolah kadang membawa koran dari berbagai media kadang tidak, atas kecurigaan kepada ZA, pihaknya mencocokan kwitansi dari salahsatu media dengan yang dibawanya.

“Ternyata benar apa yang saya curigai apalagi setelah datang para wartawan dari media yang sering dia tagih kesekolah, akhirnya terbongkar ternyata kwitansi yang setiap bulan dia bawa semuanya palsu,” ungkapnya.

Sementara itu pelaku ZA mengakui semua yang dilakukannya, dia datang kesekolah sebagai wartawan dan loper koran setiap bulannya untuk mengambil uang tagihan koran, ZA juga meminta maaf keberapa media massa karena telah memalsukan kwitansi dengan cara mencetak sendiri.

“Saya mengaku salah datang ke tiap sekolah untuk menagih uang koran menggunakan kwitansi tagihan palsu berbagai media, atas kejadian ini minta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan lagi, kalau mengulangi saya siap diproses hukum,” pungkasnya. (Nank Irawan*)

News Feed