Menggila, Virus Covid Kini Renggut Pengurus Pesantren Miftahul Huda Al – Azhar Citangkolo

Menggila, Virus Covid Kini Renggut  Pengurus Pesantren Miftahul Huda Al – Azhar Citangkolo

Menggila, virus covid kini renggut pengurus pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo

BANJAR, buletinindonesianews.com – Kabar duka Jumat pagi ini kembali menyeruak dikota Banjar. KH. Muharor Bahrudin, M.Pd.I (65), pengasuh pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo yang menghembuskan nafas terakhirnya pukul 06.20 WIB setelah lebih dari seminggu menjalani isolasi dan perawatan di RSUD kota Banjar.

Almarhum tercatat sebagai pasien isolasi sejak 26 November lalu dan tutup usia pagi ini setelah terkonfirmasi positif covid-19. Kematiannya menjadi yang ketiga dalam catatan kasus covid yang meninggal dunia di kota Banjar usai seorang purnawirawan TNI asal Kelurahan Banjar meninggal pekan lalu.

Ketua satgas penanganan covid-19, Hj. Ade Uu Sukaesih dalam keterangan persnya mengucapkan rasa belasungkawanya atas gugurnya salah satu pengasuh pesantren Citangkolo tersebut akibat covid-19.

“penyebaran virus covid-19 semakin meluas dan kami berharap dengan beberapa tokoh masyarakat yang meninggal akibat covid dapat menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk mengikuti himbauan 3M dalam penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

Menggilanya penyebaran virus covid-19 memang tidak lepas dari peranan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Usai kota Banjar ditetapkan sebagai zona merah, justru tidak berpengaruh bagi sebagian masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya tanpa protokol kesehatan.

Usai meninggalnya wakil direktur ke RS ruangan RSUD kota Banjar, kali ini 4 kontak erat almarhum dari staff RSUD juga dinyatakan terkonfirmasi positif yaitu, W, D, D, dan Y yang semuanya menjalani isolasi di RSUD kota Banjar dan mengakibatkan ditutupnya pelayanan RSUD kota Banjar.

Pagi ini, satgas penanganan covid-19 didampingi FORKOPIMDA kota Banjar mendatangi gedung dakwah dan pasar kota Banjar untuk memberikan peringatan kepada warga yang beraktivitas dipasar.

Walikota Banjar Hj. Ade uu Sukaesih bersama Kapolres Banjar AKBP Meilda Yenny S.IK MH seruka prokes himbau 3M di Pasar Banjar

“tolong kerjasama dari masyarakat agar tidak melepas masker saat beraktivitas dan selalu jaga jarak dalam beraktivitas selain rajin cuci tangan,” seru Hj. Ade Uu Sukaesih dipasar.

Walikota bersama Kapolres terus menyerukan himbauan 3M dan 3T kepada warga pasar untuk menekan penyebaran virus covid-19.

” kami harap dengan menaiknya status kota Banjar menjadi zona merah, masyarakat lebih waspada dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kami akan menindak setiap pelanggar prokes karena kondisi saat ini sudah bukan main-main lagi, virus ini sudah menyebar dimana-mana termasuk dipasar,” tegas AKBP Melda Yanny, S.I.K, MH.

(Susi)

Admin BIN