oleh

Menolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa di Kuningan Pasang Bendera Kuning depan Kantor Pemda

Buletin Indonesia News.com

KUNINGAN, — Bendera kuning dipasangkan di bagian depan Kantor Pemda Kuningan oleh Mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kuningan, seusai audiensi dengan Pemda Kuningan pada Kamis (22/9/2022) kemarin.

Bendera Kuning dengan tulisan “Matinya Keadilan” itu, dipasang organisasi yang hadir dalam audiensi terkait tindak lanjut dari aksi yang digelar beberapa minggu yang lalu dalam merespon naiknya harga BBM dan isu-isu lainnya. Adapun organisasi yang hadir yaitu HMI Kuningan, IMM Kuningan, dan KAMMI Kuningan, bendera kuning dipasang sebagai simbol keprihatinan dan juga kekecewaan.

Hadir dalam audiensi Ketua dan kader dari masing-masing OKP Cipayung Plus, diterima oleh Sekda Kuningan, Kadinsos, Kadiskopdagperin, Kakesbangpol, dan unsur Prokopimda lainnya. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Linggarjati. Kenaikan BBM berdampak pada semua sektor, masyarakat kecil semakin menjerit karena kebutuhan pokok naik, dan pembagian BLT BBM pun dirasa belum tepat sasaran sehingga memicu polemik sosial.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Dr Dian Rahmat Yanuar M Si, bergantian dengan Kadinsos Dr Deni Hamdani serta Kadiskopdagperin U Kusmana memberikan jawaban.

Sekda menjelaskan, bahwa 6,5 Milyar yang dimaksud adalah kewajiban daerah sesuai 2% dari transfer dana umum. Pihaknya, tengah berusaha agar bantuan yang diberikan pemerintah daerah, bisa tepat guna.

“Tiga kerawanan terjadi pada masyarakat global, bukan hanya lokal. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan,” ujar Sekda sembari cerita efek konflik Rusia-Ukraina.

Sementara, Kadinsos Dr Deni Hamdani M Si mengatakan pihaknya terus melakukan validasi data soal bantuan sosial, termasuk basis DTKS.

Hal itu, diutarakannya menjawab perihal bansos yang dianggap sumber konflik di kalangan bawah. Kadinsos mengatakan, pihaknya diberi kewenangan sensus yang dilakukan by name by adress, tidak hanya mengandalkan data BPS yang bersifat sampling.

“Soal bantuan, tidak lagi debateble, tidak boleh ada pemotongan. Ini pendapat resmi, apapun kondisinya di lapangan, tidak boleh dipotong,” ucapnya.

Sementara, Kadiskopdagperin U Kusmana juga mengatakan jurus-jurus yang akan dikerjakan pihaknya untuk bisa menjadi bantalan sosial. Mulai dari pasar murah, bantu UMKM dll.

Pemaparan dan perdebatan sendiri terus berlangsung sampai akhir. Masukan dan masukan dari mahasiswa, serta jawaban dari pemerintah, peserta nampak belum sepenuhnya puas.

Diakhir audiensi Mahasiswa Cipayung Plus Kuningan merasa kecewa karena tidak ada perwakilan dari Legislatif dalam audiensi ini, dan kami menyatakan Mosi tidak percaya.