Menuntut kenaikan UMK, Forum serikat Buruh Audensi dengan Disnaker

Menuntut kenaikan UMK, Forum serikat Buruh Audensi dengan Disnaker

BINewsBanjar, – Berharap kenaikan upah yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL), forum serikat buruh kota Banjar kamis lalu (1/10) menggeruduk Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kota Banjar. Gabungan para buruh ini melakukan audensi dengan tuntutan agar pemerintah dapat mengawal kebijakan tentang upah minimum kota (UMK) yang akan ditetapkan 21 November mendatang.

Sekretaris FSB, Endang Suryanto, mengatakan bahwa dalam setiap 5 tahun sekali pemerintah wajib meninjau kebutuhan hidup layak sesuai survey pasar. Hal tersebut tertuang dalam PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

“dari hasil audensi disebutkan bahwa KHL disesuaikan dengan DKI Jakarta dan bila berdasarkan rumus tersebut UMK kota Banjar bisa mencapai 2,5 juta rupiah. Kami berharap upah tersebut dapat mensejahterakan kami dan perusahaan yang ada dikota Banjar dapat menerapkan lebijakan sesuai peraturan ketenagakerjaan,” bebernya.

Lebih lanjut Endang juga menyebutkan salah satu perusahaan dikota Banjar yang belum merealisasikan pelaksanaan tersebut.

“contohnya, ada peraturan yang menyebutkan bahwa perusahaan tidak boleh melakukan outsourcing lebih dari 3 tahun dan tidak boleh melalukan pemborongan hasil,” urainya.

Kepala disnakertrans kota Banjar, Asep Tatang, dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pemerintah daerah belum bisa mengambil kebijakan dikarenakan masih menunggu rumusan formula dalam penetapan kebijakan UMP tingkat provinsi karena memang untuk kondisi saat pandemi seperti sekarang ini tidak seperti tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan agar UMK naik tahun depan.

“untuk standar KHL tersebut nantinya akan menggunakan Indeks Daya Beli provinsi DKI Jakarta shingga nantinya akan berpengaruh terhadap 30% UMK kota Banjar yang semula Rp 1.831.844 menjadi sekitar 2,5 juta rupiah,” tuntasnya.

(Susi)

Admin BIN