Mesin APMS Sungailiat Aku Reza Adalah Pinjam Pakai, Kombes Pol Zainul Itu Bukan Pinjam Pakai.

Mesin APMS Sungailiat Aku Reza Adalah Pinjam Pakai, Kombes Pol Zainul Itu Bukan Pinjam Pakai.

Mesin APMS Sungailiat Aku Reza Adalah Pinjam Pakai, Kombes Pol Zainul Itu Bukan Pinjam Pakai.

Sungailiat, buletinindonesianews.com — Dit Polairud Polda Babel membantah jika mesin APMS yang sempat disegel beberapa waktu yang lalu dan saat ini kembali beroperasi merupakan pinjam pakai.

Penegasan bantahan tersebut disampaikan Dirpolairud, Kombes Pol Zainul saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (29/06/2021).

“Itu bukan pinjam pakai, namun pada saat penyegelan berarti kan ada pelanggaran untuk kepentingan penyidikan, kalau proses penyidikannya selesai, ya kita buka. Nanti kalau kita segel terus menerus, kalau masyarakatnya perlu BBM bagaimana? kan kasihan masyarakatnya karena itukan untuk kepentingan masyarakat juga,” tandas Zainul.

Masih dikatakan Zainul untuk proses penyidikannya saat ini masih berlanjut.

“Terkait perkembangannya sampai saat ini masih berlanjut, masih penyidikan dan yang di tetapkan jadi tersangka sampai saat ini masih di tahan,” terang Zainul.

Lanjut Zainul, soal dibukanya kembali penyegelan tersebut dikatakannya, karena itu bukan barang sitaan.

“Lantas kalau sudah dibuka segelnya apa ngak boleh, lantas salahnya dimana? baca deh undang-undang, gitu loh,” cetusnya.

Sementara sebelumnya, Reza selaku pengurus APMS saat di temui awak media di lapangan, Jum’at (25/06/21) mengaku bahwa APMS tersebut pinjam pakai.

“Iya bang. Saya Reza selaku pengurus APMS sekarang kembali beroperasi adalah pinjam pakai, karena sudah di buka segelnya dan diperintah kerja ya saya kerja,” aku Reza.

Reza pun tidak membantah jika dirinya sempat mendatangi Dit Polairud di Pangkal Balam.

“Kalau dipanggil ke Dit Polairud Polda Babel itu betul, hanya di minta untuk membuat surat pernyataan,” kata Reza seraya mengaku jika dirinya tidak tau jelas detail tentang surat pernyataan yang dimaksud.

Lanjut Reza untuk persoalan tersebut dia menyarankan untuk menanyakan langsung ke pihak kuasa lapangan.

“Untuk persoalan kasus ini, selebihnya saya tidak tau, saya hanya bekerja, dan ada kuasa lapangannya bernama Usman untuk jelasnya silakan tanya Usman,” saran Reza.

Sayangnya Usman yang di sebut-sebut selaku kuasa lapangan saat di hubungi melalui sambungan telepon dan juga pesan WhatsApp, Jum’at(25/06/21) meskipun nomornya aktif namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.

Pantauan awak media di lapangan, APMS terlihat memang sudah ada kegiatan pendistribusian BBM dengan beberapa jerigen yang diatur untuk pengisian BBM bersubsidi jenis solar. Sedangkan police line (garis polisi) yang sebelumnya dipasang di seputaran mesin sebagai tanda jika APMS tersebut disegel sudah tak terlihat lagi.
(Tim)

Admin BIN