oleh

Mitra Binaan PT Timah Tbk Iman Qolbi, Manfaatkan Peluang Usaha Pertanian di Desa Rias

Buletinindonesianews.com

Rias, Bangka Selatan — Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Khususnya para petani yang menanam tanaman pangan dan holtikultura. Untuk itulah, PT Timah Tbk melalui progam Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) menjadikan sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu sasaran penerima bantuan pinjaman modal.

Iman Qolbi salah satu petani dari desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan memanfaatkan program PUMK dari PT Timah Tbk. Ia menggarap lahan seluas 1,5 hektar. Dalam setahun dirinya bisa dua sampai tiga kali menanam padi berjenis beras merah.

Iman Qolbi petani sukses mitra binaan PT. Timah

Ia menceritakan dalam satu kali panen biasanya ia bisa menghasilkan 2-3 ton beras. Jumlah ini tergantung dengan kondisi cuaca dan faktor alam lainnya. Namun, kata dia menjadi petani merupakan profesi yang menjanjikan secara ekonomi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi daerah mereka memang terkenal sebagai salah satu lumbung beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Lahan saya Cuma 1,5 hektar, kalau disini bilangnya lima petak. Sejak awal saya memang menanam beras merah, karena harganya jualnya lebih tinggi, peminatnya juga lebih banyak. Terus kalau lama keringnya, beras merah ini enggak berpengaruh ke warnanya,” cerita Iman.

Beras merah andalan petani Rias

Melihat peluang lainnya, selain menjadi petani dirinya juga mulai usaha penggilingan padi. Lalu membeli padi dari petani lainnya, kemudian menjualnya langsung ke masyarakat.

“Karena sawah enggak terlalu banyak, jadi saya cari peluang lain dengan buka usaha penggilingan. Petani menggiling padinya di saya, ada yang petani langsung menitipkan jual berasnya di saya, ada yang mereka hanya bayar untuk penggilingannya saja. Jadi memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Menurutnya, disela-sela waktu merawat sawah dan menunggu panen, dirinya menjual beras para petani ke beberapa pasar di Kota Pangkalpinang dan beberapa wilayah lainnya.

Beras yang ia jual terdiri dari beras merah dan beras putih dengan Brand ‘Rias Makmur’. Menurutnya, peminat beras ini cukup tinggi dalam satu bulan dirinya bahkan bisa menjual sekitar puluhan ton beras merah dan putih yang diproduksi petani di desa mereka.

Usaha penggilingan dan penjualan berasnya terus berkembang, namun di saat musim hujan pihaknya agak kewalahan karena kesulitan untuk penjemuran padi. Penjemuran padi yang masih mengandalkan matahari ini membuat pasokan beras mereka berkurang.

“Seperti panen sekarang ini, padi saya saja yang 2 ton lebih itu belum kering. Cuaca hujan terus dan kita hanya mengandalkan matahari untuk menjemur padi. Padahal permintaan pasar akan beras ini kan tiap hari,” kata dia.

Untuk itulah, dirinya menjadi mitra binaan PT Timah Tbk agar bisa mengembangkan usahanya dengan memiliki oven padi. Dengan oven padi ini nantinya sistem penjemuran tidak lagi mengandalkan sinar matahari. Jika dengan mengandalkan sinar matahari padi baru kering sekitar 3-4 hari dengan cuaca panas. Namun, dengan oven nantinya hanya membutuhkan sekitar 12 jam padi sudah kering dan siap digiling.

“Saya jadi mitra binaan PT Timah Tbk tahun 2020 lalu, ini saya manfaatkan untuk merintis usaha oven padi. Sekarang saya mulai mempersiapkannya, seperti menyediakan lahan. Jadi dana dari PT Timah Tbk itu saya pakai buat itu, sama modal untuk sawah lagi, dan beli beras petani untuk dijual lagi,” ujarnya.

Menurutnya, program permodalan dari PT Timah Tbk ini membantu dirinya dalam mengembangkan usaha, selain itu juga menawarkan solusi bagi para petani di desanya yang memiliki masalah sistem penjemuran.

“Saya menyiapkan oven padi ini bertahap, karena butuh modalnya besar. Semoga PT Timah Tbk terus mempercayakan pinjaman modal ke saya jadi ini benar-benar bisa terealisasi. Sehingga petani juga lagi enggak kebingungan soal penjemuran padi di saat musim hujan,” sambungnya.

Ia menyebutkan, selain membantu permodalan dari PT Timah Tbk juga membantu memasarkan produknya seperti di TINS Gallery, selain itu jika ada beberapa bantuan paket sembako bagi masyarakat PT Timah Tbk juga melibatkan dirinya untuk menjadi pemasok beras.

“Iya produk saya sudah ada di TINS Gallery, PT Timah juga sering beli beras saya. Seperti kemarin ada pembagian paket sembako, kami diminta menyiapkan 500 kg,” katanya.

Menurutnya, produknya selain dipasarkan di pasar tradisional juga sudah tersedia di retail modern. Kedepan dirinya berharap Ia bisa menghasilkan produk beras premium.

“Semoga nanti dengan support PT Timah Tbk juga saya bisa mengeluarkan produk beras premium. Semoga program permodalan dan CSR PT Timah Tbk seperti ini juga bisa lebih menjangkau lebih banya petani, sehingga nantinya petani tidak kesulitan soal modal,” tutupnya.

Red

News Feed