Musim Kemarau, Petani Muktisari Cipaku Rugi Besar

 

Samiyun Petani Desa Muktisari Kecamatan Cipaku

Buletin Indonesia News Ciamis, — Kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis membuat ratusan hektare tamanan padi di area pesawahan Desa Muktisari Kecamatan Cipaku rusak dan mengering.

Kekeringan selama dua bulan terakhir, membuat petani padi merugi hingga ratusan juta rupiah akibat gagal panen yang sebabkan kemarau ini..

Bahkan untuk menyiasati kerugian yang sangat besar, petani terpaksa memanen tanaman padinya sejak dini, meski hasil panen mereka tidak sebanding dengan modal yang ia keluarkan.

Biasanya petani memanen tanaman padi menghasilkan sekitar empat ton, namun akibat gagal panen ini petani hanya mendapatkan dua hingga satu ton dalam satu hektar dengan kualitas gabah tanpa berisi bulir padi.

“Bahkan, tanaman padi kami banyak mati akibat musim kemarau panjang dan kurangnya pasokan air dari irigrasi serta air hujan,” ujar Samiyun, salah seorang petani Rabu (20/09/17).

Ia menambahkan, jika kemarau ini terus melanda daerah Muktisari besar kemungkinan beralih profesi menanam palawija.

“Mungkin Saya akan menanam jagung jika tidak ada air,” tambahnya.

Reporter : Novian/yn

Admin BIN

Tinggalkan Komentar