Muspika Kota Banjar, Cabut Spanduk Penolakan Pendirian Tempat Peribadahan.

Muspika Kota Banjar, Cabut Spanduk Penolakan Pendirian Tempat Peribadahan.

Buletin Indonesia News,

Banjar, — Aksi penolakan warga Jadimulya atas berdirinya sebuah Gereja Katolik yang berdiri di sebuah lahan dikawasan dusun Jadimulya, Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar berbuntut panjang.

Kini warga membuat spanduk penolakan pendirian gereja tersebut karena dianggap belum mengantongi ijin dari masyarakat setempat.

Spanduk penolakan gereja Katolik di cabut pihak muspika

Atas polemik tersebut, Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana, menghimbau kepada masyarakat Kota Banjar agar tidak terprovokasi masalah tersebut. Pasalnya, aksi pelarangan pada umat Katolik dalam menjalankan ibadahnya adalah sebuah tindakan yang melanggar hak konstitusi yang dilindungi undang-undang.

“Polri, TNI dan pemerintah berpedoman pada pada konstitusi berkewajiban menjamin kebebasan beribadah setiap warga negara Indonesia, siapapun yang tidak setuju atau menolak hal tersebut jelas melanggar hukum,” ucap Kapolres saat ditemui di lokasi pendirian Gereja tadi malam, Kamis (12/12/2019).

Sinergitas tiga pilar bergandengan untuk Ciptakan kondusifitas di Kota Banjar

Lanjut Kapolres siapapun yang merasa keberatan dengan aktivitas peribadatan atau pendirian gereja tersebut, dapat mengajukan secara hukum terlebih dahulu tanpa menciptakan polemik sosial yang akan merusak kondusifitas.

” Negara kita adalah negara hukum, jadi siapapun yang tidak suka atau keberatan, maka tempuhlah jalur hukum, bersikap bijak sebelum bertindak yang dapat menyebabkan konflik sosial di masyarakat,” imbuhnya.

Antisipasi terjadinya polemik sosial tersebut, pemerintah bersama TNI dan POLRI mencabut spanduk penolakan tersebut dan menghimbau kepada warga untuk menggunakan jalur hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

(Susi/*)

azenucung02gmailcom

%d blogger menyukai ini: