oleh

Naiknya Harga Penjualan Emas Antam di Jakarta

Buletin Indonesia News

Jakarta,– Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Selasa bergerak menguat Rp 1.009 dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp 631.634 per gram. Hari ini, harga emas berada di posisi Rp 632.643 per gram dan harga pembelian kembali berada di posisi Rp 556 ribu per gram.

Mengutip laman Logam mulia milik Antam, Selasa 14 November 2017, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp 595,8 ribu per gram atau setara dengan Rp 5,958 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp 590,2 ribu per gram atau setara dengan Rp 14,756 juta.

Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp 587,2 ribu per gram atau setara dengan Rp 29,36 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp 585,47 ribu per gram atau setara dengan Rp 58,54 juta.

Sementara emas ukuran terbesar mendapatkan harga lebih murah. Untuk pembelian emas dengan ukuran sebesar 500 gram, harganya yaitu Rp 583,15 ribu per gram atau setara dengan Rp 291,57 juta. “Harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan,” tulis manajemen dalam situs resmi Logam Mulia Antam.

Adapun harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Selain itu, harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 yakni 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). Sedangkan buy back di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 yakni 1,5 persen dan tanpa NPWP tiga persen.

Di sisi lain, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD4,70 atau 0,37 persen menjadi menetap di level USD1278,90 per ounce. Pasar saham turun selangkah karena ketidakpastian mengenai kesepakatan reformasi pajak AS mendorong mereka menjauh dari rekor tertinggi baru-baru ini.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember bertambah 17,6 sen atau 1,04 persen, ditutup pada USD17,047 per ounce. Platinum untuk Januari berikutnya naik USD 3,50 atau 0,38 persen, untuk menetap di USD935,60 per ounce.

Sumber : MetroTv                                                                               

Komentar

News Feed