Operasi Yustisi Gigelar Menekan Jumlah Pelanggaran Disiplin Protokol Kesehatan

Operasi Yustisi Gigelar Menekan Jumlah Pelanggaran Disiplin Protokol Kesehatan

BINews

Banjar, – Dalam rangka menekan lonjakan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Polres Banjar menggelar operasi Yustisi di tiga titik, yaitu kawasan Alun-alun, Rest Area Banjar Atas dan Terminal bus, selasa pagi ini (15/9/20).

Sasaran operasi kali ini, operasi yang didalamnya merupakan gabungan TNI/Polri, satpol PP, Dishub dan BPBD kota Banjar adalah warga pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan masih tidak menggunakan masker, publik area tempat biasa warga berkerumun dan tempat-tempat usaha. Selain itu sasaran penindakan juga membidik kendaraan yang melebihi kapasitas penumpang.

Polres Banjar menggelar operasi Yustisi di tiga titik, yaitu kawasan Alun-alun, Rest Area Banjar Atas dan Terminal bus

Tim penindakan dalam operasi tersebut menemukan banyak pelanggar yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas sementara jumlah pasien terkonfirmasi di kota Banjar sendiri cenderung meningkat akibat kasus migrasi virus.

Kapolres Banjar polda Jawa Barat AKBP Melda Yanny, S.IK, MH dalam arahannya saat menggelar operasi menyayangkan masih banyaknya perilaku masyarakat yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Terlebih, satgas covid-19 kota Banjar selama ini dinilainya kurang maksimal dalam melaksanakan penindakan pelanggar protokol kesehatan.

“sesuai intruksi presiden no 6 tahun 2020, kami akan melaksanakan operasi Yustisi ini selama 14 hari kedepan. Sebetulnya selama dua bulan sebelumnya kami sudah melakukan upaya preventif ini tapi kali ini akan lebih diperketat ke penindakan tapi tetap humanis. Jadi, bukan lagi kegiatan bagi-bagi masker yang sudah ribuan kita berikan tapi lebih ke penindakannya,” tuturnya.

Penindakan tersebut disebutkan kapolres merujuk ke perwal no 5 tahun 2020 tentang protokol kesehatan yaitu berupa sanksi ringan, sedang dan berat.

Beberapa pelanggar yang kedapatan tidak menggunakan masker dalam operasi yustisi ini langsung diberikan sanksi fisik dan sosial dengan push up, membersihkan lokasi penindakan serta membacakan naskah Pancasila atau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“semoga melalui operasi Yustisi ini masyarakat dapat meningkatkan lagi kesadaran terhadap protokol kesehatan saat beraktivitas. Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 meningkat tajam di Indonesia dan Jawa barat menjadi salah satu daerah penyumbang angka terbanyak dalam kasus pasien terkonfirmasi positif. Kota Banjar sendiri saat ini jumlah pasien terkonfirmasinya meningkat dan diharapkan melalui operasi yustisi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam upaya kami memutus mata rantai Corona,” pungkasnya.

(Susi)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: