oleh

Parpol Diminta Lebih Transparan Soal Laporan Keuangan Kepada Publik

Buletin Indonesia News.com

JAKARTA, — Dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Pendanaan Politik oleh Negara, Tantangan Akuntabilitas dan Keterbukaan Keuangan Partai Politik’ secara daring, Rabu (6/7/2022). Danang Widoyoko sebagai Sekretaris Jenderal Transparency Internasional Indonesia (TII) mengatakan,bahwa sangat banyak kasus korupsi terhadapo pendanaan politik. Menurutnya, dalam keuangan partai politik minim transparansi dan ketidakjelasan.

“Problem umum yang selama ini berkembang itu kan muncul banyak praktik korupsi, sudah tak terhitung kasus-kasus korupsi yang melibatkan pendanaan politik,” jelasnya.

Pendanaan politik yang dimaksud adalah pendanaan dalam arti luas. bukan hanya dana kampanye. Tetapi termasuk pendanaan kontestasi legislatif di tingkat daerah maupun nasional, pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan presiden (pilpres), serta kepentingan partai politik itu sendiri.

Danang menuturkan bahwa beberapa parpol menerjemahkan laporan keuangan menjadi laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan bantuan keuangan negara. Padahal, menurut Danang, selain dari negara, partai politik juga mendapat bantuan keuangan dari masyarakat, pendukung, donatur, dan sumber lainnya. Akan tetapi, sumber dana yang didapatkan partai politik  bukan dari negara tak disebutkan dalam laporan.

“Tapi yang paling banyak disajikan misalnya hanya laporan dari audit BPK. Ini yang saya kira tidak menggambarkan sebetulnya keseluruhan partai politik,” tutur Danang.

Danang menyebutkan, tidak ada laporan keuangan yang terkonsolidasi, karena parpol hanya menyampaikan laporan penggunaan bantuan keuangan dari negara. Sementara, parpol juga terlibat dalam pilkada, seperti menyumbangkan dana awal kampanye untuk kontestan. Kontribusi parpol terhadap pilkada di daerah tertentu atau kontribusi untuk pilpres tak tampak di laporan keuangan.

 “Padahal dana awal dana kampanye itu juga dana dari partai politik itu sendiri,” ucapnya.

Danang menyampaikan, pihaknya mendorong parpol makin transparan. Akuntabel dan transparansi akan menarik kepercayaan publik serta menggambarkan kredibilitas atas pengelolaan keuangan.

“Bagi rekan di dalam partai sendiri bagaimana mengontrol yang di daerah-daerah atau yang ada di tim-tim relawan, kalau enggak ada laporan keuangannya. Ini yang mohon maaf itu beberapa sering kali menjadi sumber konflik karena soal keuangan ini enggak jelas. Tidak pernah diakui secara terbuka tetapi dalam pembicaraan informal salah satu sumber konflik adalah penggunaan keuangan yang tidak transparan di antara pengurus kemudian organisasi yang terailiasi,” pungkas Danang.