Pasien RSUD Ciamis Dimakamkan Secara Protap Covid-19 Meninggalkan Dua Balita. Harapan Dapat Santunan Sirna

Pasien RSUD Ciamis Dimakamkan Secara Protap Covid-19 Meninggalkan Dua Balita. Harapan Dapat Santunan Sirna

Buletin Indonesia News

CIAMIS, — Kabar baik adanya informasi santunan kepada ahli waris dari korban meninggal dunia akibat Covid-19 sebesar Rp. 15 juta per jiwa sempat membuat bahagia Dayat (33) warga dusun Cikalagen RT. 007 Rw. 003 Desa Tanjungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dayat adalah suami dari alm. Sri Mulyani yang dikebumikan secara Protap (Prosedur Tetap) Covid-19 setelah dinyatakan meninggal dunia pada 09 Desember 2020 lalu saat menjalani perawatan di RSUD Ciamis.

Berhubung karena alm. Istri Dayat dimakamkan secara Covid-19, niat untuk membangun makam sang istri pun sirna saat mengurus berkas kematian di Puskesmas Sadananya demi untuk mendapatkan dana santunan tersebut. Selain itu, dana santunan ini juga rencananya akan digunakan Dayat untuk membiayai kehidupan 2 (dua) anaknya yang masih Balita.

Kepada Buletinindonesianews.com Dayat mengaku tidak diberikan surat keterangan oleh petugas Puskesmas Sadananya karena hasil Swab Test alm sang Istri ternyata Negatif, sehingga harapan untuk membangun makam dan membiayai kedua Balitanya buntu pada surat keterangan dari Puskesmas sebagai salah satu persyaratan.

Dayat menjelaskan, alm. Istrinya ini dibawa ke RSUD Ciamis karena awalnya menderita penyakit tipes, struk dan terakhir gagal ginjal. Sesampainya di RSUD Ciamis, alm Sri Mulyani dibawa ke ruang isolasi pasien Covid-19, namun naas, diduga belum mendapat tindakan medis, (alm) Sri Mulyani pun meninggal dunia.

Dayat mengaku, setelah dinyatakan meninggal, barulah tenaga medis RSUD Ciamis melakukan Swab Tes dan kemudian dilanjutkan dengan pemakaman secara Protap Covid-19. “ sekitar 4 (empat) hari setelah pemakaman almarhum, Saya mendapatkan hasil swabnya, ternyata Negatif” ucapnya.

Bagi Dayat, (alm) istrinya yang dimakamkan secara Protap ini dianggap sebagai korban Covid-19 karena proses pemakaman tidak senormal pemakaman jenazah lainnya yang tidak terpapar Covid-19. Terkait dana santunan (Rp. 15 juta) ini, Dayat hanya berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah bagi masyarakat yang dimakamkan secara Protap covid-19, namun hasil Swabnya Negatif Covid-19.

Meninggalnya (alm) Sri Mulyani yang dimakamkan secara Protap Covid-19 ini meninggalkan 2 (dua) anak yang masih Balita. Hingga saat ini, Dayat terus berupaya mengurus dan menafkahi dua Balitanya ditengah ekonomi yang sulit akibat Pandemi Covid-19.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Ciamis dr. Rizali mengatakan selama masih Suspek dan belum ada hasil PCR keluar harus dengan protokol kesehatan. Hal ini untuk keamanan semuanya, keluarga, lingkungan dan petugas. “Mencegah lebih baik daripada terpapar. Masih kategori Suspek, bukan Konfirmasi” papar dr. Rizali via Whatsapp.

Dirut RSUD menjelaskan, hasil Swab keluar tidak bersamaan dengan pasien dirawat. Dia menambahkan, terkait diagnosa dan lain-lain dari pasien (alm) Sri Mulyani butuh waktu untuk membuka catatn rekam medis, dan bisa di cek ke bagian pelayanan.

Dikonfirmasi via Whatsapp, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Yoyo mengatakan keputusan pemakaian protokol terhadap pasien ada di pihak Rumah Sakit. “Tim Gorgon hanya membantu proses pengantaran” paparnya.

*(Agus Firman & Inyonk)

Tonton Video Dayat (suami alm Sri Mulyani) :

Admin BIN