Pemilik Kafe Langgar Aturan Operasional Jam Kerja serta Diduga Abaikan Prokes dan PPKM dari Pemkot Bandung

Pemilik Kafe Langgar  Aturan Operasional Jam Kerja serta Diduga Abaikan Prokes dan PPKM dari Pemkot Bandung

salah satu kafe yang membukan dan tutup melebihi jam yang sudah di tentuka dari pemetantah, serta diduga abaikan prokes

BANDUNG, buletinindonesianews.com – Peraturan Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) yang melarang dan mengurangi Jam Operasional bagi para pemilik rumah makan, Mall dan Kafe nampaknya tak dihiraukan, seperti yang di lakukan pemilik Kafe Rap Taruli berlokasi di Jalan lodaya Kota bandung.

hal itu diungkapka Toto salah satu pengurus LSM di Kota Bandung,

Menurutnya, pasalnya kafe yang buka hingga malam tersebut juga menyediakan minuman keras (Miras) juga bisa menjadi cluster betambah tinggginya kasus penyebaran Covid-19, namun nampaknya hal tersebut tidak diindahkan oleh pemilik kafe.

Bahkan, pemilik tempat hiburan malam yang menyediakan Miras pun terlihat nekat membuka tempat usahanya dengan terang-terangan hingga lewat jam diterapkan pemerintah, sambung Toto.

“Terkait dengan kebijakan PPKM yang diperpanjang sesuai dengan Ketetapan Mendagri mulai pada tanggal 23 Maret hingga 5 April 2021,”jelasnya.

lanjut dia, melakukan pelanggaran melebihi jam operasional seperti membuka lebih awal atau tutup lebih lama dari aturan yang sudah ditentukan.

Dikatakan Toto, Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro yakni untuk periode 23 Maret – 5 April 2021.

“Haursnya tutup pukul 21.00 WIB, tapi tutup pukul 22.00 WIB dan pukul 23.00 WIB. Okupansi juga biasa dilanggar,” katanya.

Berdasarkan pantauan wartawan, salah satu tempat hiburan malam yang masih terlihat bebas beroperasi berada di kawasan jalan lodaya salah satunya adalah Kafe RP

Kafe yang meyediakan minuman keras dan beberapa pekerja wanita ini terlihat bebas buka sampai menjelang malam tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Menurut salah seorang warga mengatakan Pemilik tempat usaha itu juga terbilang nekat karena berani membuka usahanya sampai malam dalam setiap harinya.

“Padahal pemerintah sudah mengeluarkan pembatasan jam malam di Kota Bandung, dimana aktivitas warga maksimum dibatasi sampai pukul 21.00 WIB, sedangkan aktivitas untuk tempat usaha sampai pukul 20.00 WIB, sudah harus tutup tidak ada aktivitas di tempat kerja,” ucapnya.

lebih lanjut, tempat-tempat hiburan malam seperti itu bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Apalagi mereka kerap terlihat berkumpul berdekatan tanpa mengenakan alat pelindung diri seperti masker.

“Satgas penanganan Covid-19 di Kota Bandung harus segera memberikan tindakan tegas supaya dapat mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang lebih luas di Kota Bandung. Kalau perlu, tutup sajalah tempat-tempat maksiat seperti itu selalu bikin gaduh dan terjadi perkelahian sehingga kita resah,” tandas warga dengan geram yang tidak ingin Bandung, menjadi kotor dikarenakan adaya kafe penjual miras tersebut.

(TS)

Admin BIN