Pemkab Ciamis Miliki Perda KTR

Pemkab Ciamis Miliki Perda KTR

Pemerintah Kabupaten Ciamis sudah memiliki Perda (Peraturan Daerah) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

CIAMIS, buletinindonesianews.com
Pemerintah Kabupaten Ciamis sudah memiliki Perda (Peraturan Daerah) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perda tersebut untuk melindungi warga Tatar Galuh Ciamis yang tidak merokok, hal itu diungkapkan Asda 1 bidang Pemerintahan, Ika Darmaiswara saat menghadiri sosialisasi KTR di Aula Satpol PP Ciamis, Jumat (09/04/2021).

Dikatakannya, dengan adanya Perda tersebut menunjukan bahwa Pemkab Ciamis serius dalam menjaga warga dari paparan asap rokok yang dapat mempengaruhi kesehatan. Perda ini bukan mengatur larangan orang merokok tetapi harus bisa menempatkan diri saat merokok.

“Perda tentang KTR ini bukan merupakan larangan tidak boleh merokok akan tetapi untuk melindungi orang yang tidak merokok dari paparan asap rokok, untuk itu bagi perokok aktif harus bisa menempatkan diri disaat mau merokok,” katanya.

Menurutnya, Perda KTR itu lebih kepada pengendalian, saling menghargai antara perokok aktif dan yang tidak merokok, sebelum adanya Perda tersebut sudah banyak himbauan-himbauan untuk tidak merokok diruangan ataupun tempat umum lainnya.

“Sudah banyak larangan untuk tidak merokok di kawasan pelayanan kesehatan seperti, RSU, Puskesmas, kawasan perkantoran dan pendidikan dengan adanya sosialisasi Perda ini diharapkan para peserta dapat mengetahui, mensosialisasikan kepada yang lain dan melaksanakannya,” jelasnya.

Ketua NOTC, Bambang Priyono mengatakan dalam Perda Kawasan Tanpa Rokok ini berlaku bagi rokok konvensional dan rokok elektrik atau Vape. Hak ini tercantum dalam pasal 1 ayat 9 mengenai rokok

“KTR ini dapat melindungi hak dari perokok maupun bukan perokok. Jadi tidak melarang merokok tapi hanya melarang merokok di tempat tertentu yang telah diatur,” ungkapnya.

Berikut ada 8 kawasan yang tidak boleh merokok yang tercantum dalam Perbup, yakni Fasilitas Tempat Layanan Kesehatan, Tempat Pendidikan, Tempat bermain anak, Angkutan umum, Tempat ibadah, tempat kerja serta tempat umum dan tempat lainnya yang sudah ditetapkan.

Bagi bukan perokok pun dilindungi haknya, supaya terbebas dari asap rokok, apabila tidak diatur dalam Perda KTR, maka siapa saja bisa merokok sembarangan.

“Merokok sembarangan dapat mengakibatkan masyarakat terganggu mulai dari bau asap dan bahaya zat adiktif berbahaya untuk kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, Perda Kawasan Tanpa Rokok ini dapat diterapkan dengan baik, apabila semua pihak melaksanakan perannya.

“Tidak hanya pemerintah saja tapi semua lapisan masyarakat untuk mengimplementasikannya dengan mematuhi aturan Perda ini,” katanya.

Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Ciamis Bayu Yudiawan menambahkan dengan Perda ini bisa melindungi masyarakat dari asap rokok. Terutama bagi warga yang memiliki penyakit penyerta.

“Peran masyarakat juga sangat diperlukan sebagai kontrol. Dengan cara menegur orang yang merokok apabila melanggar Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok ini,” ucapnya.

(Sahrul)

Admin BIN