oleh

Pemkab Ciamis Terima Tropi Ajeg dan Pinunjul Tingkat Jabar

buletinindonesianews.com
CIAMIS, Jabar — Pemerintah Kabupaten Ciamis menerima 2 Tropi Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Toto Marwoto serta Kepala BPKD Ciamis Dr. H. Kurniawan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting gabungan TPID, TP2DD, TPAKD, KPED se Priangan Timur di Hotel Fave Tasikmalaya, Jumat (20/08/2021).

Kedua tropi penghargaan tingkat Provinsi Jabar tersebut adalah Tropi Ajeg dan Pinunjul, penghargaan tersebut merupakan kategori terbaik kedua kabupaten/kota terbaik untuk kota non Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam pengendalian non inflasi, dan terbaik ketiga dalam elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Rakor tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Jabar dengan mengusung tema “Mempercepat pemulihan ekonomi daerah dengan menjaga stabilitas harga melalui akselerasi digitalisasi ekonomi dan inklusivitas keuangan di Priangan Timur”. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan launching Desa Digital di Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis melalui virtual yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Ciamis, H. Tatang.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Kepala Kantor BI perwakilan Jabar, Kepala Kantor BI Tasikmalaya, Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, dan seluruh Kepala Daerah atau yang mewakili se Priangan Timur.

Dikatakan Wabup, penghargaan tersebut tidak terlepas dari usaha maksimal seluruh perangkat pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam mengembangkan digitalisasi transaksi dan operasionalisasi di sektor strategis pemerintah daerah, untuk itu pihaknya berpesan kepada seluruh perangkat desa digital Desa Sukaraja dan Bumdes Sukaraja agar senantiasa konsisten menjaga semangat untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk digitalisaai desa.

“Alhamdulillah Kabupaten Ciamis baru saja mendapat apresiasi dan penghargaan sebagai kategori Pemda dengan kinerja elektronifikasi transaksi Pemda terbaik di Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya setelah dilaksanakannya digitalisasi di Desa Sukaraja tersebut Pemkab Ciamis menargetkan seluruh desa yang ada di Kabupaten Ciamis dapat tersentuh digitalisasi, hal tersebut bertujuan agar masyarakat desa merasakan kemudahan dalam mempromosikan dan memasarkan potensi produk lokal sebagai upaya penunjang pemulihan ekonomi daerah.

“Sejalan dengan program kerja TPID dan TP2DD yang mendukung upaya pemulihan ekonomi dan mendorong transformasi digital, maka digitalisasi di daerah menjadi salah satu faktor yang sangat penting, untuk itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi digitalisasi di masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskannya, terdapat 3 millestone (Tolak Ukur) dalam pemulihan ekonomi dan digitalisasi di Kabupaten Ciamis yaitu menata, mengendalikan belanja APBD, optimalisasi pajak daerah melalui digitalisasi dan relaksasi serta optimalisasi data pengelolaan keuangan daerah melalui “Paperless”, Semua itu dilaksanakan untuk mensupport geraknya perekonomian daerah untuk menjaga kesehatan fiskal daerah.

“Selain itu juga kami sedang membuat Perda pembentukan BUMD aneka jasa, serta menciptakan petani milenial melalui beasiswa dari tiap desa yang dialokasikan dari ADD untuk bersekolah di SMK Pertanian Ciamis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala kantor perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto menambahkan rakor high level tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakorwil tingkat Jabar pada (27/07/2021) lalu yang dipimpin oleh Gubernur.

“Sinergitas peran dari berbagai kalangan sangat diperlukan untuk percepatan digitalisasi ekonomi karena digitalisasi bukanlah menjadi domain lembaga atau otoritas tertentu saja,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran TP2DD di Provinsi Jabar diharapkan menjadi katalisator untuk mempercepat perluasan transformasi digital di Jabar.

“Tidak hanya terkait elektronifikasi transaksi tapi percepatan perluasan digitalisasi daerah di berbagai komponen ekonomi dan transaksi ekonomi,” pungkasnya. (Nank Irawan*)

News Feed