oleh

Peringati HUT ke-22, Ini Target Baznas Ciamis di 2023

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar— Memperingati Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang ke-22, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) menggelar acara di Asrama Haji KH. Moh. Sirojd Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jum’at (20/01/2023).

H. Lili Miftah selaku Ketua Baznas Ciamis mengatakan, di HUT Baznas yang ke-22. Pihaknya akan membagikan bantuan kepada 22 anak yatim piatu.

“Hari ini, ulang tahun Baznas Ciamis yang ke-22, kami akan membagikan bantuan kepada 22 anak yatim piatu. Selanjutnya, dalam mensyukuri kami juga pernah di tahun 2022. Kami mampu mengantar Kabupaten Ciamis menjadi juara umum di tingkat Jawa Barat, ada 8 piala dari 18 kategori. Sehingga kami menduduki juara umum,” kata H. Lili dalam sambutannya.

H. Lili juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, karena telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 46 Tahun 2021. Sehingga, dengan Perbup tersebut Baznas dapat mengajak masyarakat berzakat.

“Terima kasih kepada Bupati Ciamis dan seluruh jajarannya, dengan kebijakan beliau telah menetapkan Peraturan Bupati Nomor 46 tahun 2021 itu merupakan salah satu senjata bagi kita. Untuk mengajak masyarakat dan mengingatkan para ASN (Aparat Sipil Negara) agar terselamatkan di dunia ini dengan menzakatkan sebagian hartanya,” ucapnya.

H. Lili juta menyebutkan, bahwa sudah 60% ASN yang telah menzakatkan sebagian gajinya. Namun, ia menilai masih kecil zakat yang diperoleh.

“Alhamdulillah dari para ASN sudah sekitar 60%, itu biasanya digaji ke-13 dan ke-14 mencapai 1,1 miliar. Kita mendapatkan 100 juta perbulan (jumlah zakat) jadi ini masih sangat kecil,” ujarnya.

H. Lili menjelaskan, bahwa dari 265 desa yang ada di Kabupaten Ciamis terdapat 223 desa yang infak ke Baznas.

“Adanya infak dari Desa ini dari 265 desa di Kabupaten Ciamis sudah 223 desa yang infak di Baznas Ciamis, sehingga dari perhitungan perhimpunan tahun 2023 dan tahun 2021. Baznas di posisi 10,9 miliar dalam perhimpunan, maka di Tahun 2022 alhamdulillah bisa mencapai 17,5 miliar. Dari 17,5 miliar itu ada 14,5 miliar dari infak desa,” jelasnya.

“Di saat desa menyimpan infaknya di Baznas, maka kita kembalikan kepada mereka. Apabila infak 10 juta, maka kami kembalikan kepada mereka 11 juta kita tambah satu juta. Darimana uang itu? kita dapatkan dari dana salur zakat ASN. Jadi, ke mana larinya zakat ASN? itu disalurkan ke 223 desa,” sambungnya.

H. Lili menuturkan, dengan adanya infak desa. Maka, jika terjadi suatu permasalahan di desa mengenai masyarakat. Maka, bisa diselesaikan dengan infak desa.

“Dengan adanya infak desa, impian kami di Baznas ingin mengantarkan desa menjadi Desa Mandiri dan 5 tahun yang akan datang urusan-urusan sosial kemasyarakatan. Jika ada yang sakit, rumah rusak, atau apapun itu. Tidak perlu lagi datang ke Ciamis, cukup di tingkat desa. Sekarang ada yang sudah 1 bulan itu 20 juta, sehingga kalau seluruh Kabupaten Ciamis ini desanya di posisi 15 juta per bulan (infak). Artinya mereka punya dana untuk menyantuni masalah-masalah sosial kemasyarakatan, Insya Allah selesai,” tuturnya.

H. Lili menambahkan, selain membahas mengenai zakat atau infak. Baznas kini memiliki pasukan orange yang bertugas membantu masyarakat dengan sukarela ketika terjadi bencana alam dan sekaligus launching Baznas Digital.

H. Lili mengatakan, bahwa target di tahun 2023 saat ini yaitu kas DKM masjid agar disimpan di Baznas.

“Kalau di tahun kemarin targetnya ASN dan infak desa, maka untuk tahun 2023 yang menjadi prioritas adalah DKM-DKM kas masjidnya disimpan di Baznas dan diambil utuh. Maksudnya adalah agar uang DKM itu aman,” pungkasnya.

(Reporter : *Tegar Anjar Abadi & *Arrizal Adam Gunawan Putra)