oleh

Perusahaan Provider Seenaknya Main Tancap Tiang Tanpa Izin Setempat

www.buletinindonesianews.com

Madura, Jatim — Menimbang tentang pelaksanaan perluasan jaringan telekomunikasi, multimedia, dan informatika tertuang dalam PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 36 TAHUN 2013. Dikeluarkan oleh Menteri.

Zaman yang serba internet, mendorong banyak perusahaan provider masuk ke berbagai pelosok untuk memperluas jangkauan. Akibatnya, kabel  fiber optic (FO) kini banyak bergelantungan di berbagai tempat di perkampungan. Dan kehadirannya  banyak yang tidak melalui izin warga terlebih dahulu. Perusahaan provider sepertinya menghindari “Cost Social” yang lebih tinggi, dengan memasang langsung kabel tanpa izin warga.

Keberadaan kabel-kabel provider internet saat ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Apalagi di tengah kota yang terlihat banyak kabel provider bergelantungan tidak tertata.Tentunya kondisi ini sangat mengganggu pemandangan kota.

Tak hanya di tengah kota, perusahaan provider kini juga berinvasi hingga ke pinggiran Kota Surabaya. Salah satunya disepanjang wilayah Kecamatan pesisir utara Madura. Saat ini banyak provider internet masuk sampai kedesa bahkan kedusun. Dan tak sedikit warga yang melakukan penolakan terhadap keberadaan jaringan kabel fiber optic dari provider tersebut.

“Andre sangat menyayangkan, Karena dinilai keberadaan provider internet di satu sisi menambah estetika lingkungan menjadi tidak tertata,” ungkap sosok pribumi madura tersebut, Jum’at (13/08/2021). Dari kejadian itu, sebaiknya masyarakat harus sepakat untuk memperketat setiap pemasangan jaringan kabel provider internet.

“Sebelumnya tidak ada izin warga, tahu-tahu tiang provider sudah dipasang semua. Bahkan sempat ditanya masalah kelengkapan izin dari pemerintah, justru mereka tidak mau menunjukkan” tuturnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Handreyansyah, yang sempat menerima beberapa keluhan dari masyarakat. Adanya pemasangan tiang yang dianggap tidak berkesinambungan. Dinilai PT pelaksana dan pemilik Jaringan asal main tancap tanpa harus permisi kepada warga setempat.

Alhasil, sosok aktivis DPD LPK Jawa Timur itupun menyampaikan keluhan masyarakat dan menemui seorang mandor lapangan dari perusahaan pelaksana. Dan ternyata mandor tersebut tidak bisa menunjukkan surat izin , baik rekom pemda provinsi, daerah, ataupun pemerintahan lokasi setempat. Paparnya.

Ditempat yang sama salah satu tokoh masyarakat setempat di lokasi penanaman tiang (inisial Nonya R. F) , juga membenarkan bahwa penancapan tiang FO dimaksud sangat tidak mengedepankan etika. Dan juga dinilai telah merusak sebagian tanaman pagar depan pekarangan halaman rumahnya. Menurut mandor pelaksana beserta pekerja lapangannya asal main tancap tanpa memperdulikan keindahan lingkungan setempat. Keluhnya.

Ditemui mandornya, sebut saja Sumantri sedikit menjelaskan bahwa pelaksana proyek penanaman tiang dan pemasangan kabel FO tersebut dibawah bendera PT. TBG. Untuk memperluas jaringan telekomunikasi milik sebuah perusahaan swasta/BUMN. Jelasnya mandor kepada awak media.

Pihak mandor seketika berusaha menghubungi  pihak penanggungjawabnya, namun belum mendapatkan keterangan sampai berita ini terbit.

(dRe)

Editor : Neneng Tsamrotussa’adah

News Feed