oleh

Petani Ciamis Mengeluh, Hasil Panen Padi Menurun

-Ciamis-124 views

Buletin Indonesia News

Ciamis,– Salah satu petani padi yakni Hasanah (52) warga Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis mengeluh. Hal itu lantaran hasil tani padi yang Ia dapat saat musim panen tiba jumlahnya menipis drastis.

Dari 50 bata lahan persawahan yang Ia tanami  biasanya menghasilkan kurang lebih 300 kilogram padi, tetapi pada musim panen kali ini Ia hanya mendapat 75 kilogram padi saja. Demikian Ia ungkapkan saat ditemui di lokasi persawahannya, Selasa (14/11/17).

Hasanah menyebut bahwa berkurangnya hasil tani padi itu lantaran  serangan hama wereng yang melanda area persawahannya saat usia padi satu bulan, sehingga hal itu berdampak pada hasil panen.

Sementara itu saat di konfirmasi, Kepala Seksi Bidang Sumber Daya pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Lia  menyebut, bahwa sebenarnya serangan hama wereng batang coklat (WBC) untuk wilayah Kabupaten Ciamis saat ini sudah mereda.

Hal itu ditandai dengan berkurangnya laporan dari para petani kepada Dinas Pertanian. Justru yang paling parah terjadinya serangan hama  pada bulan Mei hingga September lalu saat masih musim tanam.

“Hama WBC tumbuh karena faktor alam saat musim kering basah, karena perkembang biakan wereng terjadi pada wilayah yang lembab dan kurang pencahayaan, kebanyakan yang terserang hama tersebut di wilayah Utara, seperti di Sukadana, Cipaku, dan Lumbung,” paparnya.

Namun kata Lia, dalam menanggulangi hal itu Dinas Pertanian selalu bergerak cepat dengan gerakan pengendalian seperti penyemprotan pestisida untuk membunuh hama guna tidak terjadi kegagalan panen pada hasil tani petani.

“Bagi para petani di Kabupaten Ciamid tidak perlu khawatir apabila terjadi gagal panen akibat serangan hama, hal ini karena sudah ada asuransi tani yang bertanggung jawab atas kegagalan panen tersebut, dengan syarat harus ikut asuransi dan masuk kelompok tani. Karena setiap 1 hektar tanaman yang gagal panen akan di ganti sebesar 6 juta rupiah oleh pihak asuransi,” pungkasnya.

Reporter : Lilis Susilawati

Komentar

News Feed