Petani Mengeluh Sulitnya Membeli Bahan Bakar Solar Bersubsidi

Petani Mengeluh Sulitnya Membeli Bahan Bakar Solar Bersubsidi

BINews

Banjar, – Para petani di lingkungan Pamongkoran mengeluh karena sulitnya mendapatkan bahan bakar solar untuk digunakan alat dalam menggarap lahan pertanian.

Ujang, salah satu petani mengatakan bahwa dirinya ditolak saat akan membeli solar ke SPBU di lingkungan pintusinga kelurahan Banjar kota Banjar.

“saya mau pakai solar untuk alat perontok padi atau tresher tapi ditolak padahal cuma beli berapa liter saja,” keluhnya.

Ujang belum mengetahui bahwa berdasarkan perpres no 191 tahun 2014 tentang penyediaan pendistribusian dan harga jual eceran BBM bersubsidi yang dilampirkan tentang kriteria dalam pembelian BBM bersubsidi bagi usaha mikro dan pertanian.

Hal tersebut diuraikan kepala dinas Pertanian, drh. Aswin, MP dan kepala bidang perdagangan dinas KUKMP saat ditemui diruang kerjanya pada selasa pagi (3/11).

Menurut Aswin, petani dapat memperoleh surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi dari kelurahan dan dinas pertanian secara langsung yang berlaku untuk per-musim tanam.

“bagi petani/kelompok tani/usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian yang melakukan usaha tani tanaman pangan holtikultura dan perkebunan dengan luas maksimal 2 hektar waktu garap dan peternakan dengan menggunakan mesin pertanian harus mengajukan verifikasi dan rekomendasi dari Lurah/Kades dan kepala SKPD kabupaten/kota yang membidangi pertanian,” terangnya.

Hal senada dikatakan kabid Perdagangan dinas KUKMP, Mamat Rahmat yang menerangkan bahwa saat ini ada dua kriteria surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi bagi petani dan pelaku UMKM.

“sebelumnya memang ditangani oleh dinas KUKMP namun baru-baru ini untuk pertanian maka surat rekomendasi dikeluarkan oleh dinas pertanian dan yang berkaitan dengan sektor UMKM akan ditangani bidang UMKM pada dinas KUKMP,” terangnya.

Lebih lanjut, Mamat menjelaskan bahwa surat rekomendasi tersebut bertujuan agar pembelian solar bersubsidi tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.

“kecuali yang diterangkan kepala dinas pertanian, poin-poin kriteria yang masuk ke sektor UMKM dalam pertanian salah satunya adalah penggilingan padi dan tresher atau alat perontok padi dapat mengajukan surat rekomendasi kepada bidang industri,” tambahnya.

Surat rekomendasi yang juga bisa didapatkan melalui Lurah atau kepala desa tersebut nantinya bisa digunakan para petani untuk membeli solar maksimal 5 Liter/hari di SPBU sampai batas waktu penggarapan lahan ditentukan.

(Susi)

Admin BIN