Petani Terancam Cuaca Ekstrim Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan Kepala Dinas Pertanian Ciamis

Petani Terancam Cuaca Ekstrim Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan Kepala Dinas Pertanian Ciamis

Keterangan : Foto Cuaca Ekstrim Hujan Deras Disertai Angin Kencang (Istimewa_net/ Diambil Dari Mines ID)

Buletinindonesianews.com
Ciamis, JABAR —
Ditengah Pandemi Covid-19, cuaca ekstrim juga  menjadi ancaman bagi para petani dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi mereka. Masyarakat Kabupaten Ciamis yang mayoritas mata pencahariannya di sektor pertanian, harus menjadi perhatian serius bagi dinas Pertanian.

Saat ditemui Senin (1/3/21) lalu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo mengatakan bahwa akan membantu para petani di tengah Pandemi Covid-19 dan cuaca yang lagi ekstrim dengan memberikan subsidi padi sampai 36 ribu per Gapoktan. Bahkan apabila terkena hama, Dinas Pertanian akan mengganti sampai 6 ribu bibit. “Sudah banyak Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang mengikuti program kita ini” papar Slamet.

Dia menambahkan, awal Januari 2021 ini ada program yang namanya subsidi pupuk. “Tapi sayangnya, realiasasi dari pusat tidak sesuai dengan yang kita usulkan”, katanya. Slamet juga mengatakan bahwa hingga saat ini  ada 2.225 Gapoktan yang sudah terdata di Dinas Pertanian.

Selain itu, ada juga asuransi yang bisa membantu para petani. “Petani cukup membayar Rp. 36 ribu per hektar, jadi apabila terjadi gagal panen akibat fuso karena kekeringan, dampak iklim, banjir dan sebagainya akan diganti Rp. 6 juta per hektar kepada petani” jelas Slamet.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis berharap para petani bisa tetap terbantu dengan program mereka karena selalu memfasilitasi dan mensupport para petani. Tak hanya itu, Slamet juga memaparkan bahwa dengan banyaknya pera petani muda saat ini sangat penting untuk regenerasi petani masa depan. **(Syahrul)

BULETIN INDONESIA NEWS