oleh

Petugas Lapas Banjar Disandera, Brigif 13/Galuh dan Yonif Raider 323/BP Turunkan Pasukan Elite

Buletin Indonesia News.com

Banjar, — Sejumlah pasukan elite merangsek masuk ke dalam lapas Banjar untuk membebaskan Kalapas yang disandera teroris bersenjata. Peristiwa dramatis tersebut, merupakan bagian dari simulasi pembebasan sandera yang digelar Brigif 13/Galuh dan Yonif Raider 323/BP bekerjasama dengan lapas kelas IIB Kota Banjar.

Simulasi yang dilakukan pada selasa (11/11) dini hari, melibatkan sekitar 30 instruktur dan 20 orang pasukan elite dari Brigif 13/Galuh dan Yonif Raider 323/BP. Simulasi digelar dalam rangka Latihan Pemantapan Raider sebagai salah satu bentuk penanggulangan teroris.

Dalam simulasi tersebut, dengan menggunakan 2 mobil pasukan elite langsung mengepung lokasi dan melumpuhkan kelompok teroris bersenjata. Dalam waktu singkat pasukan berhasil menyelamatkan dua orang sandera yang diperankan petugas lapas keluar dari lokasi penyanderaan.

Dalam keterangan persnya Komandan Brigif 13/Galuh Kolonel Inf Jimmy Tumpal Parmonangan Sitinjak mengatakan, latihan pemantapan raider ini merupakan latihan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Pemilihan Lapas Banjar sebagai lokasi latihan dikarenakan area dan lokasi lapas, memiliki karakteristik yang bagus untuk latihan pasukan elite.

“Kami memilih Lapas Banjar untuk dijadikan tempat latihan, karena kami menilai medan dan lokasinya cocok dengan karakteristik pasukan elite kami,” kata Kolonel Inf Jimmy

Lebih lanjut Kolonel Jimmy menuturkan latihan ini diselenggarakan sebagai bentuk antisipasi dari Brigif 13/Galuh dan Yonif Raider 323/BP, guna menangkal hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin dapat terjadi di lapas.

“Ini sebagai bentuk antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di lapas, salah satunya bentuk penyanderaan pegawai, sehingga kami bersinergi dengan Lapas Banjar dalam latihan kali ini. Alhamdulillah semua berjalan lancar, aman, dan kondusifitas lapas juga tetap terjaga,” ucapnya.

Kalapas Banjar Mohamad Maolana dalam keterangannya persnya menuturkan pihaknya menyambut baik dengan gelaran latihan pemantapan ini. Latihan ini dapat menjadi suatu pengalaman berharga serta memberikan gambaran bagaimana proses pembebasan sandera dalam rangka penanggulangan terorisme.

Mohamad Maolana mengaku kegiatan ini sudah mendapat izin dan dukungan dari Kakanwil serta Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi lapas Banjar dan menambah jalinan sinergitas dengan APH (Aparat Penegak Hukum).

“Pihak kami menyambut baik dengan adanya latihan ini, kegiatan ini sudah mendapat izin dan didukung sepenuhnya oleh pihak Kanwil Jabar. Kita berharap sinergitas akan lebih terjalin dengan para APH,” kata Kalapas.

(Bayu)