oleh

Ini Modus 4 Pelaku Yang Mencabuli Bocah SD Di Banjarsari Ciamis

Buletin Indonesia News.com

CIAMIS, Jabar — Empat tersangka yang diduga pelaku pencabulan terhadap F (11), Bocah piatu yang masih duduk dibangku sekolah dasar di Kecamatan Banjarsari masih terus menjalani pemeriksaan.

Tiga dari empat Tersangka ini ternyata berusia senja yakni insial W (23), S (68), C (54), dan DH (67). Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menjelaskan, modus para pelaku adalah membujuk korban F (11) yang masih dibawah umur dengan iming-iming uang sekitar Rp. 2 ribu sampai Rp.5 ribu.

“Kejadian tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh keempat tersangka ini terjadi sejak bulan Maret-April 2022. Beberapa tersangka bahkan telah melakukan pencabulan lebih dari satu kali.” Ungkap Kapolres.

Baca Berita Update Terkait : Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pelaku Cabul Bocah SD Di Banjarsari Ciamis

Sementara itu ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Ciamis, Nurtsani Aprilia mengapresiasi kepolisian resort Ciamis yang dengan cepat mengungkap dan nangkap para pelaku yang di perkuat dengan bukti-bukti hasil penyidikan. Dia berharap kejadian kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di Kabupaten Ciamis, karena dapat merusak masa depan pelajar yang merupakan generasi penerus Tatar Galuh Ciamis. Dia menambahkan, atas kejadian ini menjadi PR bagi Dinas terkait seperti Dinas Sosial juga Dinas Pendidikan mengingat status Ciamis yang sebelumnya telah dinobatkan menjadi Kabupaten Layak Anak, sehingga kedepannya SKPD terkait dalam hal ini harus memperhatikan atau memprioritaskan program pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Sekalipun para pelaku sudah diamankan, kami tetap akan mengawal kasus ini sampai pada pengadilan termasuk pendampingan terhadap korban dalam proses pemulihan psikologinya.” Ujar Sani kepada wartawan Selasa, (6/7/2022).

Kepada para Tersangka, Polres Ciamis mengenakan Pasal 81 ayat (2) dan Pasal 82 ayat (1) Undang Undang No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dimana ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. (Muhamad Akbar)