oleh

Prajurit TNI Tewas Usai Direndam dan Dianiaya 2 Seniornya

Buletin Indonesia News.com

KALIMANTAN UTARA, – Dua anggota TNI di kalimantan Utara diduga menganiaya juniornya, Prada MAP hingga tewas dan terancam hukuman 12 tahun penjara.

Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif berkata, kedua anggota TNI tersebut dijerat dengan pasal 131 ayat (3) KUHPM dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara, dan ditambah pasal pasal 55 ayat (1) ke-1 KUP 1/3 dari Tindak Pidana Pokok, sehingga hukuman yang diterima bisa mencapai maksimal 12 tahun.

Taufik menjelaskan, berkas perkara kedua tersangka sudah diserahkan ke Otmil IV-16 Balikpapan.

“Sedangkan untuk tersangka saat ini ditahan di Staltahmil Pomdam VI/Mulawarman,” ungkap Taufik seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (21/11/2022).

Anggota TNI Yonif 614/Raja Pandita, Prada MAP tewas diduga dianiaya oleh dua seniornya yakni Pratu AH dan Pratu MF. Penganiayaan itu terjadi pada hari Sabtu (5/11/2022).

“Yang dilakukan kedua pelaku menyuruh korban berendam di kolam, guling, dan adanya pemukulan. Sebagai akibat dari pukulan tersebut, Prada MAP tidak sadarkan diri,” terang taufik.

Kejadian berawal ketika Prada MAP keluar tanpa izin yang membuat kesal kedua pelaku. Pelaku pun menghukum korban dengan cara direndam dan dianiaya. Korban yang tak sadarkan diri kemudian di evakuasi ke UGD RSUD Malinau.

Namun sayang nyawanya sang korban tak tertolong. Prada MAP dinyatakan meninggal dunia akibat gagal pada pernapasan pada 5 November.