oleh

Produk Olahan Ikan Poktan Wannajaya Desa Jelat, Dilirik Investor

Buletin Indonesia News.com
CIAMIS, Jabar — Kelompok Tani (Poktan) Wannajaya Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Jawa Barat merupakan salah satu kelompok usaha masyarakat yang lahir ditengah pandemi Covid-19, didasari oleh keinginan kuat untuk bisa bangkit dalam mengatasi kesulitan ekonomi di masa pandemi, Poktan ini mengembangkan konsep kawasan perikanan terpadu.

Penasehat Poktan Wannajaya, Rahman Taufik ketika ditemui di kediamannya, Sabtu (20/11/2021) mengatakan Konsep kawasan perikanan terpadu milik kelompok tani Wannajaya tersebut merupakan salah satu konsep pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

“Adapun tujuannya agar dapat membantu program pemerintah dalam mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA), dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Jelat dan Kecamatan Baregbeg khususnya serta Kabupaten Ciamis pada umumnya.” katanya.

Dijelaskannya, kawasan perikanan terpadu ini merupakan satu konsep usaha dari Poktan Wannajaya dengan mengkolaborasikan antara usaha Perikanan, Pertanian, Peternakan, Industri Pakan, Industri Pupuk, Pengolahan hasil perikanan, pertanian dan peternakan dalam satu management yang semuanya bermuara pada tujuan akhirnya terbentuknya kawasan agro wisata edukasi.

“Awalnya kami merintis Poktan Wanajaya ini pada tahun 2020 dengan membentuk 20 kolam ikan. Alhamdulillah saat ini sudah terbentuk lebih dari 30 kolam ikan yang semuanya dibiayai secara swadaya.” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Poktan Wannajaya terus berinovasi melakukan pengembangan usaha lain diantaranya dengan mengembangkan produk olahan ikan.

“Kami juga mengembangkan usaha lain yaitu produk olahan ikan, tujuannya untuk memberikan nilai tambah dari hasil jual produksi perikanan itu sendiri sehingga hasil produksi perikanan dapat lebih optimal dan memberikan nilai tambah.” ucapnya.

Menurut Taufik ada beberapa investor yang sudah tertarik dengan hasil produksi olahan ikan Poktan Wannajaya, bahkan beberepa diantaranya sudah melakukan komunikasi intensif dengan dirinya untuk mengembangkan produk olahan ikan tersebut.

“Alhamdulillah saat ini kami telah melakukan komunikasi intensif dengan investor yang mengarah kepada terjadinya kesepakatan kerjasama insyaallah tanggal 2 Desember 2021 kami berencana bertemu untuk melakukan kesepakatan kerjasamanya.” tuturnya.

Dibalik semua proses dan perjuangan untuk pengembangan terutama di dalam mengembangkan produk olahan tentu ada banyak kendala yang harus dihadapi, salah satu kendalanya adalah di ijin P-irt dan sertifikasi halal. Untuk mengantisipasi itu, Taufik telah melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah daerah agar bisa membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

“Saat ini kami berjalan dengan biaya swadaya, tentu kami mempunyai keterbatasan dalam hal pembiayaan, untuk itu kami berharap ada bantuan pemerintah kepada kami dalam menyelesaikan masalah perijinan.” pungkasnya. (**Nank Irawan)

News Feed