oleh

Proyek Situ Gede Perlu Disorot

Buletin Indonesia News.com,


Tasikmalaya,- Proyek penataan dan revitalisasi kawasan objek wisata Situ Gede perlu mendapat sorotan serius dari berbagai pihak.

Pasalnya, proyek dengan nilai Rp 6.395.752.468,71 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan oleh CV. Senggigi sebagai pemenang lelang dalam pekerjaannya terkesan asal jadi.

Dari Pantauan Buletin Indonesia News dilapangan hal itu terlihat dari galian untuk kedalaman dan ketebalan pondasi untuk pembangunan perkuatan Tembok Penahan Tebing ( TPT -Red) diduga tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan oleh konsultan perencana.

Terlihat Pasangan Slup Beton

Dan pula, pekerjaan untuk kontruksi pemasangan slup betonnya pun nampak terpasang langsung diatas permukaan tanah tanpa adanya pondasi batu dibawahnya terlebih dahulu.

Hal itu diketahui pula oleh pengawas lapangan atau direksi yang membiarkan begitu saja pelaksanaanya, sehingga disinyalir ada kongkalikong antara pihak direksi dengan pihak CV tersebut.

Bahkan lebih mengherankan lagi ketika awak media hendak melakukan investigasi ke lokasi proyek tersebut, malah dianjurkan untuk menemui Lurah Mangkubumi, sebagai peran apa lurah itu dalam kegiatan proyek di Situ Gede ini?.

Sedangkan sumber dananya sudah jelas dari APBD I bukan dari Anggaran Kelurahan (AK).

Sementara PPK pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Sumber Daya Air (UPTD SDA) Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki Darmadi, ST yang berhasil ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya tidak tahu menahu akan hal keterlibatannya Lurah Mangkubumi itu dengan pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

Sedangkan menanggapi soal kedalaman dan lebar galian pondasi untuk TPT ia tidak hafal persis karena menurutnya banyak poin- poin yang harus diterapkan dilokasi tersebut.

”Kedalaman dan lebar galian pondasi tidak hafal,” ucapnya di ruang kerja Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa (23/08/2022).

Sedangkan selaku pengelola Sumber Daya Air Ahli Muda UPTD SDA Ciwulan-Cilaki H. Elvan Robiyana ST, M.Si, M. PSDA enggan dikonfirmasi wartawan, hingga berita ini diturunkan. (ASJEN)