oleh

PT. Putraprima Mineral Mandiri Katanya Kirim Pasir Zirkon Kadar Rendah Ke Kalimantan.

Pangkalpinang, buletinindonesianews.com — Terlihat sebuah taxboot KTS 12 yang sedang bertolak dari sebuah dermaga yang di sinyalir milik PT. Putra Prima Mineral Mandiri, yang berlokasi di Air Anyer Kabupaten Bangka, sedang  menarik sebuah tongkang bermuatan penuh pasir zirkon yang katanya berkadar rendah sebanyak 2000 ton.

Hal ini di sampaikan oleh Edi Sunanta selaku Direktur dari PT. Putra Prima Mineral Mandiri, melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya. Minggu, (25/07/2021) malam.

taxboot KTS 12 yang sedang menarik tongkang bermuatan pasir zirkon

“Bukan mentah, itu kadar rendah,” jawabnya singkat

Dari hasil investigasi awak media di lapangan, tongkang yang pada sisi nya bertuliskan Syukur 20, kabarnya akan bertolak ke Kalimantan, berangkat melintasi jembatan Batu Rusa 1 Selindung, Kecamatan Gabek kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung. Minggu, (25/07/2021) pukul 10 lebih 13 menit.

Disinggung apakah benar PT. PMM telah berkali kali mengangkut zirkon mentah yang belum di murni kan, dan tak sesuai kadar yang di tetapkan dalam perda nomor 1 Tahun 2019,  Edi Sunanta tidak merespon, hanya di baca saja saat Buletin Indonesia News meminta tanggapan via WhatsApp.

Lambung tongkang bertuliskan Syukur 20 yang mengangkut ribuan ton pasir zirkon ke Kalimantan

“Dugaan kuat bahwa tak hanya hari ini, PT. PMM bahkan diketahui telah berkali kali mengangkut zircon mentah yang belum dimurnikan, dan tak sesuai kadar yang ditetapkan dalam Perda nomor 1 tahun 2019 yang di tanda tangani oleh Gubernur Babel

Terkait stdman diatas, apa penjelasan abng selaku pengelola usaha dari PT. Putra Prima Mineral Mandiri. Izin konfirmasi nya bang,” Tanya media ini kepada Edi Sunanta.

“Tak ada jawaban.

Dengan tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak PT. Putraprima Mineral Mandiri, besar dugaan jika setiap kali pengiriman pasir zirkon yang katanya kadar rendah tapi diduga mentah, tidak menutup kemungkinan telah mengangkangi Perda Nomor 1 Tahun 2019, tentang pengelolaan mineral ikutan dan produk samping timah.

Sampai berita ini di terbitkan, media ini akan berusaha terus meminta tanggapan dari pihak pihak terkait di Provinsi Bangka Belitung.

Penulis : Edoy

News Feed