Ratusan Warga Blokade Pembangunan Bendungan Leuwikeris Ciamis Jawa Barat

Ratusan Warga Blokade Pembangunan Bendungan Leuwikeris Ciamis Jawa Barat

Buletin Indonesia News,

Ciamis, — Ratusan massa terdampak Bendungan Leuwikeris melakukan blokade pintu masuk aktivitas pembangunan Bendungan. Aksi ini sebagai bentuk protes warga, karena tidak adanya ganti rugi atas lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan. Setelah melakukan aksi blokade dikawasan Bendungan massa kemudian bergeser ke gedung DPRD Kabupaten Ciamis untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi ratusan warga di Kabupaten Ciamis, Rabu 11 Maret 2020 memblokade pintu masuk kawasan Bendungan Leuwikeris. Pembangunan yang sudah berlangsung sejak tahun 2017 lalu ini ternyata belum memberikan ganti rugi lahan terdampak pembangunan Bendungan.

Massa memblokade jalan dikawasan proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris untuk minta ganti rugi lahan yang belum dibayar

Aksi warga ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan, karena hingga saat ini belum ada titik terang dari instansi terkait dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Citanduy tentang ganti rugi lahan milik warga yang terdampak Bendungan Leuwikeris.

Tampak aksi protes warga ini diwarnai dengan konvoy ke kawasan Bendungan Leuwikeris hingga memblokade lahan yang masih belum di ganti rugi oleh pihak BBWS. Warga juga bersihkukuh tidak akan membubarkan blokade tersebut selama tidak dilakukan ganti rugi.

Menurut Anwar selaku korlap aksi mengatakan Khan yang masih belum diganti rugi oleh pihak BBWS seluas 7 ha, sementara pihak pengembang terus melakukan pekerjaan yang di targetkan selesai tahun 2022 nanti.

“Aksi blokade ini juga sebagai salah satu bentuk kehawatiran masyarakat, apabila pekerjaan Bendungan selesai tidak akan ada pelaksanaan ganti rugi,” ucap Anwar saat melakukan aksinya.

Usai konvoy di kawasan Bendungan Leuwikeris dan memblokade lahan masyarakat yang belum diganti rugi oleh BBWS, massa kemudian melanjutkan aksi ke gedung DPRD Kabupaten Ciamis, untuk menyampaikan aspirasi, sambung Anwar.

Massa melanjutkan aksinya ke gedung DPRD Kabupaten Ciamis

Perjalanan massa aksi darikawasan proyek Bendungan Leuwikeris ini turut di kawal aparat TNI dan Polres Ciamis, hingga memasuki Gedung DPRD Ciamis.

Massa pun diterima langsung Ketua DPRD Kab. Ciamis bersama para Ketua Komisi yang juga di hadiri Eksekutif dan pihak BBWS bersama BPN. Dalam dialog yang berlangsung antara massa, DPRD pemerintah Kabupaten Ciamis, BBWS dan BPN akhirnya diambil kesimpulan bahwa pembayaran ganti rugi lahan akan dilakukan paling lambat bulan Oktober 2020 mendatang.

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana mengatakan polemik antar warga dan pembangunan Bendungan Leuwikeris akan menjadi perhatian serius.

Pihaknya akan melakukan negoisasi kepada kedua belah pihak agar proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris tetap berjalan tanpa merugikan kedua belah pihak, baik warga, pihak ketiga maupun negara.

Massa aksi tiba di gedung DPRD Kabupaten Ciamis dengan kawalan TNI dan Polres Ciamis tiba di gedung dewan untuk menyampai aspirasi yang di terima langsung ketua dewan

Sementara itu PPK pengadaan tanah Aditya Heri mengatakan paska di blokadenya akses jalan di kawasan proyek Pembangunan Bendungan Leuwikeris menyebabkan berhentinya pekerjaan.

“7 ha lahan warga yang belum dibayar ini hanya digunakan untuk akses jalan,” diakui Aditya.

Lanjutnya, berhubung karena realisasi ganti rugi lahan masih tahapan administrasi.

“Aditiya berharap pekerjaan ini tetap berjalan dengan melakukan sewa lahan tersebut sampai nanti dilakukannya ganti rugi,” pungkasnya.

(Agus/*)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: