Ruang Karantina Dengan Fasilitas lengkap di Gelora Banjar Patroman Untuk ODR Isolasi Diri

Ruang Karantina Dengan Fasilitas lengkap  di Gelora Banjar Patroman Untuk ODR Isolasi Diri

Buletin Indonesia News,

Banjar,, – PSBB yang saat ini tengah diterapkan di Jawa barat termasuk kota Banjar dimaksudkan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan membatasi ruang dan gerak masyarakat untuk bersosialisasi ditengah pandemi.

Kota Banjar sendiri, mulai dari tgl 6 Mei 2020 sudah kembali berstatus zona hijau setelah pihak RSUD kota Banjar berhasil menyembuhkan total 6 pasien terkomfirmasi positif asal kota Banjar. Disusul tgl 8 Mei tim medis RSUD bahkan sudah memulangkan pasien asal kabupaten Pangandaran sebagai pasien terkomfirmasi positif terakhir yang menjalani perawatan disana setelah keluar hasil swab negatifnya.

Ruang Karantina Dengan fasilitas lengkap di Kota Banjar

Tim gugus tugas kota Banjar saat ini terus berupaya melakukan penyekatan kendaraan diperbatasan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang masuk ke kota Banjar. Diposko perbatasan, petugas menjaring pemudik untuk dikirim ke Gelora Banjar Patroman. Sayangnya, upaya preventif tersebut dinilai belum maksimal karena masih banyak pemudik yang berstatus ODR (orang dalam resiko) lolos dari penjagaan dan kembali ke lingkungan keluarganya bahkan tanpa melakukan protokol kedatangan sesuai SOP Covid-19 dengan isolasi mandiri. Alhasil, tim satgas tingkat RT/RW harus lebih jeli memantau perkembangan para pemudik dan berkoordinasi dengan kelurahan masing-masing untuk dijemput ke lokasi karantina.

Masyarakat yang baru pulang dari perjalanan jauh diharapkan mengikuti himbauan karantina, karena sudah banyak contoh kasus anggota keluarga yang terpapar akibat tidak disiplinnya pendatang yang enggan menjalankan karantina. Seorang balita asal kecamatan Langen kemarin dirujuk ke RSUD kota Banjar dan kini statusnya PDP dengan riwayat sang ayah yang baru pulang dari salah satu kota besar namun enggan menjalankan isolasi diri.

Gelora Banjar Patroman, sesuai SK walikota telah ditunjuk sebagai pusat karantina pemudik, hari ini sudah dihuni 9 warga asal kelurahan Mekarsari, desa Kujangsari dan kota Jakarta. Semuanya menjalani isolasi diri dibawah pengawasan tim medis yang sudah disiapkan dari puskesmas Langensari.

Fasilitas yang disediakan tim gugus tugas kota Banjar untuk ODR yang dikarantina sangat lengkap. Ruangan dibagi sesuai jenis kelamin dengan dilengkapi matras beserta badcovernya, AC, TV, dispenser, alat mandi, sandal dan baju olahraga. Fasilitas umum lainnya seperti toilet dan sarana berolahraga juga disiapkan dengan baik dengan layanan cleaning servis dan petugas security yang berjaga 24 jam bersama tim gugus tugas yang setiap hari piket secara bergilir. Adapun ruangan isolasi yang disiapkan ada beberapa jenis, yakni ruangan untuk ODR tanpa gejala dan bergejala ringan. Apabila bergejala berat, akan dirujuk ke RS Asih Husada Langensari.

“Bagi pemudik yang di isolasi disini sudah kami siapkan WiFi supaya tidak jenuh saat menjalani proses karantina disamping makan dan minumnya. Jadi kami betul-betul pantau setiap harinya termasuk kesehatannya oleh tim medis yang rutin berkunjung setiap pagi,” ujar Nana Suryana, S.pd, MM, kepala dinas pemuda dan olahraga kota Banjar selaku penanggung jawab karantina pemudik.

Lebih lanjut, Nana berharap agar masyarakat tidak perlu risau dengan lokasi karantina yang sudah disiapkan dan mengikuti himbauan pemerintah untuk menjalani proses karantina bagi anggota keluarganya yang baru datang dari luar daerah.

“Semua sudah disiapkan sebaik mungkin untuk warga yang baru pulang dari perjalanan jauh untuk isolasi disini dan untuk ODR dengan gejala berat akan dirujuk ke RS Asih Husada,” tutupnya.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: