Satpol PP Pangandaran Gandeng BNNK Ciamis Dalam Upaya P4GN

Satpol PP Pangandaran dan BNNK Ciamis Saat Penyuluhan Bahaya Narkoba Bersama Karang Taruna

 

Buletin Indonesia News Pangandaran, — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pangandaran bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya Narkoba di Aula Desa Pananjung Pangandaran, Selasa (05/09/17) kemarin yang diikuti oleh 60 orang peserta dari perwakilan karang taruna, pemilik cafe dan tempat hiburan serta tokoh masyarakat lingkup Desa Pananjung Pangandaran.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Suparyo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi dari program Satpol PP Pangandaran TA 2017 dengan tujuan, 1) Terciptanya masyarakat yang mengerti peraturan daerah tentang ketertiban, kebersihan, dan keindahan. 2) Terciptanya masyarakat yang terbebas dari  bahaya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba bagi kesehatan. 3) Terciptanya masyarakat yang terbebas dari bahaya peredaran/ penjualan minuman keras dan narkoba karena akan berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, Sekretaris Camat Pangandaran Bangi, mewakili Camat Pangandaran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BNNK Ciamis yang telah hadir untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang Narkoba dimana saat ini kasus Narkoba terus terjadi dengan bermacam-macam modus operandi.

Pihaknya berharap, dengan penyuluhan ini para peserta menjadi lebih mengerti dan paham sehingga tidak terlibat ke dalam permasalahan Narkoba. Serta mendapat ilmu yang bisa disampaikan kembali kepada teman, saudara, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Kepala BNNK Ciamis AKBP.Yaya Satyanagara, dalam paparannya menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, modus operandi peredaran narkoba  dan dampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia apabila disalahgunakan serta sanksi hukum bagi penyalahguna narkoba sesuai dengan UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Hal ini mengingat permasalahan narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crimes) yang dapat mengancam bagi wawasan nusantara kita, sebab kejahatan atau penyalahgunaan narkoba akan berdampak lebih dahsyat terhadap kehidupan manusia apabila dibandingkan dengan perbuatan kejahatan lainnya yang sama-sama merugikan bangsa dan negara, misalnya saja kejahatan terorisme, KKN, perdagangan manusia (human trafficking)”, paparnya.

Lanjut Dia, kejahatan-kejahatan tersebut muncul ketika manusia beranjak remaja hingga dewasa, sedangkan narkotika sudah muncul ketika manusia masih berada dalam kandungan ibunya.

“Jadi alangkah kejamnya kejahatan narkotika ini apabila dilihat dari daya rusaknya yang bisa mengenai semua lapisan masyarakat, wilayah sebaran luas, serta memiliki pasar yang potensial dan dapat menimbulkan kerugian jiwa dan mental. Oleh karena itu mari bersama-sama nyatakan perang pada Narkoba”, jelasnya.

 

Ia menambahkan, Kabupaten Pangandaran ini merupakan salah satu tujuan tempat wisata yang banyak dikunjungi baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal, untuk itu masyarakat pangandaran di harapkan lebih berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya penyalahgunaan narkoba maupun peredaran gelap narkoba.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan sosialisasi ini minimal peserta yang hadir bisa menjadi imun dan mampu menolak terhadap penyalahgunaan narkoba serta kegiatan ini jangan sampai putus disini, informasikan kepada keluarga, sanak sodara, bahkan tetangga sekitar serta apabila ada yang menjadi pecandu dan korban penyalahguna narkoba untuk segera di bawa ke BNN untuk di rehabilitasi baik secara medis atau secara rehabilitasi sosial. Peran serta masyarakat dalam upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) sangat diperlukan karena BNN tidak bisa bergerak sendiri dalam menangani permasalahan narkoba ini”, pungkasnya.

Reporter : Lilis Susilawati

Admin BIN

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: