oleh

Secara Virtual, Bupati Herdiat Jelaskan RKUA dan PPAS TA 2022

www.buletinindonesianews.com

CIAMIS, Jabar — Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menyampaikan penjelasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RKUA dan PPAS) Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran (TA) 2022, Kamis (23/09/2021) yang dilaksanakan secara virtual dari Aula Setda Kabupaten Ciamis.

Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan RKUA dan PPAS TA 2022, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis TA 2022, Pendapatan Daerah (PD) direncanakan sebesar Rp. 2,046 Trilyun, yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp. 231,22 Milyar dan pendapatan transfer sebesar Rp. 1,815 Trilyun.

“Proyeksi pendapatan ini, kita belum mengakomodir Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DID dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat karena masih dalam proses pembahasan anggaran di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 2,370 Trilyun, diantaranya meliputi belanja operasional sebesar Rp.1,760 Trilyun yang didalamnya terdapat asumsi belanja pegawai.

“Apabila dilihat dari posisi kemampuan dan kuantitas pegawai yang ada kita harus melakukan rekruitment pegawai sesuai formasi dari Kemenpan RB, untuk tahun 2021 sebanyak 3.007 orang,” katanya.

Bupati juga menjelaskan bahwa, pembayaran utang iuran jaminan kesehatan untuk memenuhi ketentuan pembayaran 4% dari komponen tunjangan profesi guru yang dibebankan kepada APBD, ditambah lagi dengan terbitnya surat edaran Mendagri tentang kebijakan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

“Kita harus mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD TA 2022 dengan prosentase 5-10% dari APBD TA 2021 atau sebesar Rp. 115 Milyar,” jelasnya.

Dari beberapa hal tersebut, pihaknya menyadari bahwa hal itu membuat fiskal semakin rendah dan berada di posisi lebih sulit lagi, meski demikian Bupati meyakini semua pihak para stakeholder yang ada di Kabupaten Ciamis dapat memahami kondisi tersebut.

“Ayo kita bekerja keras bahu membahu untuk mewujudkan jalannya pemerintahan yang baik dan capaian kinerja yang sudah kita susun berdasarkan dokumen perencanaan yang sudah ada,” tegasnya.

Dijelaskannya, terdapat beberapa upaya yang harus dilakukan secara masif yaitu melalui strategi kolaboratif dan inovatif, diantaranya dengan mengendalikan dan menata usaha belanja, mengembangkan pola strategi investasi dan kerja sama pembiayaan, juga optimalisasi pendapatan melalui penyediaan fasilitas untuk memudahkan pembayaran pajak.

“Kita harus mencoba menggunakan sistem informasi dan digitalisasi agar biaya operasional menjadi berkurang, namun tetap kualitas pekerjaan harus terjamin, akuntabilitas, transparansi dan partisipatif dapat terwujud dalam era ekonomi daerah ini,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap agar pandemi Covid-19 di Tatar Galuh Ciamis dapat segera berakhir, supaya kondisi keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Nank Irawan*)

News Feed