Sejumlah OPD Dilibatkan Untuk Membubarkan Kerumunan Ngabuburit

Sejumlah OPD Dilibatkan Untuk Membubarkan Kerumunan Ngabuburit

Buletin Indonesia News,

Banjar,– Kota Banjar dalam situasi darurat Covid setelah banyaknya warga yang terkomfirmasi positif Covid-19. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dikarenakan lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah Kota Banjar dalam meminimalisir keluar masuknya warga pembawa virus diperbatasan.

Disamping itu, tingkat kesadaran masyarakat yang kurang dalam mengikuti himbauan pemerintah menjadi salah satu indikator merebaknya penyebaran virus. Khusus di bulan ramadhan, masih banyak warga yang memenuhi ruang publik untuk ngebuburit secara berkerumun dan tanpa menggunakan masker.

Dinas pendidikan tampak di perbatasan Situ Batu sesaat setelah membubarkan massa yang sedang asik ngabuburit

Fenomena miris tersebut akhirnya melahirkan sebuah perintah langsung dari walikota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih kepada 28 OPD dan ASN diruang lingkup pemerintah Kota Banjar untuk sweeping membubarkan kerumunan massa guna pencegahan dan penanggulangan wabah pandemi dengan membagi lokasi di titik-titik keramaian yang ada dikota Banjar.

Perintah sweeping pembubaran kerumunan massa tersebut mulai diberlakukan mulai tanggal 28 April sampai 29 Mei 2020. Alhasil, beberapa OPD yang tampak turun ke beberapa lokasi mulai nampak menjalankan perintah walikota.

Perlahan kini pemerintah Kota Banjar mulai meningkatkan penanganan dan pencegahan Covid-19 kendati dinilai banyak pihak langkah tersebut terlambat dilakukan karena virus sudah melekat dibeberapa warga yang terkomfirmasi virus. Semuanya memiliki riwayat terpapar dari warga luar daerah dan memiliki perjalanan dari luar kota.

“Harusnya dilakukan sejak awal sebelum ada warganya yang terkomfirmasi positif, pemerintah bertindak justru setelah banyak warganya berjatuhan dan ini dikarenakan minimnya pencegahan yang dilakukan pemerintah,” ungkap Ani, salah seorang warga Kelurahan Pataruman yang menyayangkan lambannya pemerintah menyikapi pandemi.

“Hasil tracking pasien pertama positif, sampai sekarang juga belum ada kejelasan dari pemerintah Kota Banjar,” seru Ani.

(Susi)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: