oleh

Sekilas Sejarah Mie Celor, Makanan Legendaris Asli Palembang

Buletin Indonesia News.com

PALEMBANG, Sumsel – Selain pempek, mie celor merupakan salah satu makanan khas Palembang. Dibuat dari setangkup tangan mie berukuran besar yang dijejalkan ke dalam saringan, lalu di celup-celupkan ke dalam panci besar berisi kuah kaldu.

Setelah itu, mie diguyur dengan kuah santan kental kuning pekat dan juga diberi taburan ebi, toge, seledri, bawang goreng serta potongan telur rebus.

Celor dalam Bahasa Palembang sendiri berarti dicelup-celup. Hal itu mengacu kepada cara pembuatan menu mie celor yang dimasak dengan cara mencelupkan mie ke dalam kaldu.

“Kan mienya dicelor dulu sebelum disajikan. Dicelor itu dicelup-celupkan,” ucap Nuraini, generasi kedua pengelola Mie Celor HM Syafei yang merupakan salah satu kedai mie celor legendaris, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Mie Celor HM Syafei dikenal dengan nama Mie Celor 26 Ilir karena kedai utamanya berlokasi di 26 Ilir. Hanya, kedai yang sudah berdiri sejak tahun 1950-an ini sekarang sudah memiliki sekitar 10 cabang.

Salah satu cabang terbarunya ada di Jalan Jenderal Sudirman, dan menurut Nuraini, kedainya lebih ramai pengunjung pada pagi hari.

Ada 4 macam mie celor yang disediakan oleh kedai di cabang Jalan Jenderal Sudirman. Yang pertama ada mie celor biasa yang dihargai Rp 24.000, kemudian ada porsi jumbo seharga Rp. 36.000. Lalu mie celor udang Rp. 59.000, dan terakhir ada mie celor spesial seharga Rp. 62.000.

“Kalau yang istimewa (spesial) udangnya banyak, kalau mie celor biasa udangnya sedikit,” tutur Nuraini.

Kuah kental yang tersaji dalam mie celor berasal dari penggunaan santan, mienya yang berukuran besar dan bertekstur lembut membuat lidah dimanjakan olehnya. Apalagi ditambah dengan rasa gurih dan asin.

Jika sobat ingin menambah cita rasa, cukup tambahkan perasan jeruk nipis yang tersaji di meja sesuai selera.

Hanya saja, mie celor sepertinya kurang cocok bagi sobat yang lebih menyukai kuah bening. Karena tekstur dari kuah mie celor ini kental.

Kemudian, porsinya yang relatif sedikit dengan topping ringan akan terasa kurang tepat jika di santap di luar waktu sarapan. Karena memang itulah waktu yang tepat untuk menyantap mie celor di Sumatera Selatan, yaitu di pagi hari sebelum memulai aktifitas.