Sekjen DPP Penjara Tonny : Siswa Tidak Tertampung dan Terkena Zonasi Pada PPDB SMA/SMK Negeri, Disdik Minta Pantau di Sekolah Swasta, Jangan Main Kuota?

Sekjen DPP Penjara Tonny : Siswa Tidak Tertampung dan Terkena Zonasi Pada PPDB SMA/SMK Negeri,  Disdik Minta Pantau di Sekolah Swasta, Jangan Main Kuota?

buletinindonesianews.com

BANDUNG, – Optimalisasi daya tampung sekolah sesuai kebutuhan menjadi salah satu solusi menghadapi persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di daerah sesuai mekanisme dan menyalahi aturan.  Siswa yang tidak tertampung mencarikan solusi yaitu optimalisasi kebutuhan dengan buka gelombang kedua diantaranya menambah rombongan belajar, kursi.

Hal itu diungkapkan Tonny Supriadi, SH, MH Sekjen DPP LSM PENJARA di kantor LSM PENJARA Bandung, Sabtu (01/08/2020).

Tony Supriadi Sekjen DPP LSM Penjara Kanan

Calon siswa yang sudah mendaftar di SMA/SMK swasta diharapkan tidak mendaftar lagi di sekolah Negeri, karena solusi ini di ambil baiknya bagi mereka yang sudah daftar di SMA/SMK Negeri yang di tuju namun tidak masuk jalur zonasi, sambung Tonny

“Untuk itu, meminta Disdik Provinsi Jabar memantau sekolah swasta jangan sempat yang nakal dengan bermain kuota,” ucapTonny.

Oleh karena itu, menurutnya, sebelum kebijakan itu benar-benar diterapkan, harus mendapatkan izin dari pemerintah terkait itu, terlebih dahulu. “Jika tidak, kami khawatir, nanti akan timbul masalah baru. Begitu pun data inputan Dapodik (Data Pokok Pendidikan), peserta didik tidak akan mendapatkan Nomor Induk Siswa (NIS), tidak dapat dana BOS, peserta didik tidak akan terdaftar, atau dianggap ilegal,” tuturnya.

Hal senada sampaikan Tosu, bahwa persoalan PPDB hampir setiap tahun ajaran menuai protes. Menurutnya hal itu tidak salah karena orang tua siswa ingin anaknya menjadi anak yang pintar, mengikutsertakan anaknya ikut diberbagai kegiatan belajar dengan harapan dapat sekolah di Negeri. Lebih mengkhawatirkan lagi dan membuat pusing orang tua siswa, ketika anaknya tidak masuk dalam zona dan tidak lolos terverifikasi, sekolah swasta sudah menyatakan tutup tidak menerima murid baru lagi.

Tosu berharap, jangan sampai anak didik dari SMP yang melanjutkan ke SMA tidak dapat sekolah. Dia juga mengakui, kalau orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dipastikan biaya tinggi atau mahal dan orang tua tidak mampu untuk membayarnya.

“Sekolah swasta juga masih banyak dan perlu pembenahan serta kualitasnya pun perlu ditingkatkan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,” tutupnya

(A/Jen)

Admin BIN

%d blogger menyukai ini: