Sempat di Diagnosa Hamil, Korban Pemerkosaan Ayah Kandung Ternyata Mengidap Tumor

Sempat di Diagnosa Hamil, Korban Pemerkosaan Ayah Kandung Ternyata Mengidap Tumor

Sempat di Diagnosa Hamil, Korban Pemerkosaan Ayah Kandung ternyata mengidap Tumor

Banjar, buletinindonesianews.com – Usai dilakukan pemeriksaan medis di RSUD kota Banjar, kasus W yang digauli ayah kandungnya sendiri menemukan fakta baru.

Berdasarkan hasil USG, terungkap bahwa W Tidak dalam keadaan hamil. Justru W didiagnosis mengidap penyakit tumor setebal 13 cm dibagian perutnya.

Atas kesalahan diagnosis tersebut, dr Sari Wahyu Ningrum selaku kepala BLUD UPTD Puskesmas Banjar 3 menyampaikan permohonan maafnya, Kamis (4/3/21).

Menurutnya, bidan yang memeriksa pasien W, pihaknya sudah menjalani SOP yang diterapkan saat pasien di bawa relawan dan keluarganya.

“saat dibawa ke Puskesmas, sebelumnya keluarganya menginformasikan bahwa pasien dalam kondisi hamil maka sesuai SOP di Puskesmas Banjar 3, karena memang pemeriksaan diagnosa dimulai dengan anamesa terlebih dahulu dari keluarga pasien kemudian dilanjutkan pemeriksaan fisik dengan cara palpasi dan ballotement sehingga disimpulkan korban hamil selama 21 minggu tapi untuk melanjutkan ke pemeriksaan penunjang seperti test urin tidak dapat dilakukan karena korban kurang kooperatif saat diperiksa tes urin,” urainya.

Selanjutnya, terang dr Sari, korban sempat disarankan kontrol lagi di hari berikutnya untuk tes urin tapi korban tidak datang dan karena domisili pasien bukan berasal dari wilayah kami maka kami limpahkan ke puskesmas setempat,” imbuhnya.

Dr Sari mengakui bahwa kesalahan seperti itu bisa saja terjadi karena nakes juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

“tapi kami akan jadikan ini pengalaman dan pembelajaran bagi nakes lainnya agar hal serupa tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Menyikapi diagnosa terbaru W, kepala dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kota Banjar, Hj Suryamah, saat dikomfirmasi melalui telepon mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memberikan penanganan terhadap W beserta ibu dan kakaknya.

“untuk pengobatan medis, ibu dan kakaknya juga akan kami bantu sementara untuk W akan kami upayakan untuk menjalani operasi,” pungkasnya.

(Bayu)

Admin BIN