Siapa Peduli Nasib Awak Media Dimasa PSBB Covid-19?

Siapa Peduli Nasib Awak Media Dimasa PSBB Covid-19?

Buletin Indonesia News,

Bandung, — Sampai saat ini tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti kapan pandemi virus Corona (Covid-19) akan berakhir. Meskipun ada beberapa analisa penelitian dari hasil modeling matematika, belum bisa dijadikan rujukan karena faktor-faktor yang diasumsikannya terlalu banyak. Apalagi variabel dan atributnya dianggap konstan, padahal mutasi virus dikabarkan sudah berubah-ubah. Tapi terlepas dari semuanya, kita juga tidak boleh pesimis menghadapi wabah ini.

Hal itu diungkapkan Dede Farhan Aulawi jurnalis senior di kediamannya Bandung.

Dede Farhan Aulawi jurnalis senior

Lanjut Dede sebagaimana diketahui bersama, wabah ini tidak sekedar masalah kesehatan semata, karena dampaknya sangat luas terhadap perekonomian dan aktivitas kehidupan. Kita seringkali melihat tayangan di media terkait pemberian bantuan pada tukang becak, ojol, gelandangan dan sebagainya. Hal ini tentu sangat baik, tetapi ada yang terlupakan yaitu nasib para awak media.

Menurut Dede permasalahan yang dihadapi oleh para awak media sebenarnya tidak hanya saat pandemi Corona seperti saat ini saja. Bahkan sangat rentan terhadap resiko menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas.

Apalagi di masa pandemi Corona, saat mendapat tugas liputan di lapangan tentu sangat beresiko terpapar virus. karenanya perhatikan keselamatan, dan gunakan alat pelindung diri, tidak lupa untuk menjaga stamina tubuh dan kebersihan. “Pulang bertugas segera pulang ke rumah, mandi dan cuci pakaian guna memastikan kondisi badan bersih,” sambung Dede disela-sela istirahat di awal Ramadhan di rumahnya, Minggu (26/04/2020).

Sementara tatkala bicara kesejahteraannya, siapa yang memperhatikan ? Bahkan di saat wabah seperti saat ini, siapa yang peduli ? Apakah profesi jurnalistik termasuk profesi yang dapat menerima bantuan ? Untuk itulah profesi jurnalis harus bersatu memperjuangkan kesejahteraan, karena kalau bukan dirinya yang memperjuangkan, lalu siapa lagi ?

Demikian juga awak media online yang mengandalkan pendapatan dari sponsor, dimana besarnya tergantung pada traffic media tersebut. “saat seperti ini, mendapatkan sponsor tentu juga tidak mudah, oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah ikut membantu meringankan beban para awak media ini,”tuturnya

Dia menghimbau teman-teman awak media untuk berhati-hati saat bertugas dan mengikuti protokol peliputan dan kesehatan serta keselamatan. Giat bekerja, cerdas meliput dan menarik dalam penyajian beritanya. Tidak selalu “bad news is a good news”. How to educate the public to keep healthy is our moral responsibility. Pungkas Dede.

(Asjen)

BULETIN INDONESIA NEWS

%d blogger menyukai ini: