oleh

Sidang Kasus Dugaan Penipuan CPNS, Terdakwa MSP Akui Kesalahan

www.buletinindonesianews.com

Ciamis, Jabar —  Pengadilan Negeri Ciamis kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penipuan CPNS, dengan terdakwa MSP, Kamis (12/08/2021), pada sidang sebelumnya, Selasa (10/08/2021) terdakwa tidak bisa melanjutkan persidangan dikarenakan sakit.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Ahmad Iyud Nugraha, SH.,MH didampingi Hakim Anggota, Indra Muharam,SH.,MH dan Andika Perdana SH.,MH, tersebut dengan agenda pemeriksaan terhadap terdakwa, salah seorang anggota keluarga terdakwa yang menghadiri dan mengikuti persidangan dengan itikad sesuai apa yang dituangkan dalam surat yang disampaikan pada sidang sebelumnya. Dalam surat itu tertulis bahwa keluarga terdakwa akan mengembalikan sebagian uang kepada korban SK, sehingga laporan tersebut dicatat oleh Pengadilan Negeri Ciamis.

Dalam persidangan tersebut terdakwa MSP mengakui kesalahannya telah menjanjikan korban diluluskan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2020, namun korban harus menyetorkan uang dengan dicicil hingga mencapai Rp. 295 juta.

“Saya khilap pak, perbuatan tersebut saya lakukan sendiri, untuk memenuhi kehidupan saya,” ucap MSP dalam video meeting.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Ciamis, Fitri Jayanti Eka Putri, mengatakan bahwa korban SK tidak bisa hadir dalam persidangan tersebut karena ada halangan, tidak mau menerima uang sebesar Rp.50 juta yang ditawarkan pihak keluarga terdakwa.

“Kami sudah komunikasikan kepada keluarga korban, namun tidak mau menerima, ingin nya utuh,” jelas Fitri.

Dihubungi terpisah, korban SK menuturkan jika uang yang akan diterimanya tersebut tidak sebanding dengan uang yang ia keluarkan.

“Masalahnya bukan utang piutang dan jumlah uangnya juga bukan segitu, lagian itu bukan uang saya sendiri, tapi hasil dari pinjam sana-sini yang harus saya bayar hingga hari ini,” terangnya.

Persidangan akan dilanjutkan minggu depan dengan sidang putusan terhadap terdakwa MSP, korban SK berharap Majelis Hakim memberikan hukum yang seadil-adilnya dan sesuai aturan yang berlaku.

“Jika masih tidak puas dengan putusan yang telah ditetapkan, saya akan melakukan banding,” pungkas SK. (Nank Irawan**)

Editor : Neneng Tsamrotussa’adah

News Feed