Sindikat pencurian Sarang Walet Diotaki Sang Penjaga

Sindikat pencurian Sarang Walet Diotaki Sang Penjaga

BINews

Banjar, – Kasus pencurian sarang walet yang dilakukan sindikat profesional terungkap jajaran satreskrim polres Banjar. Gelaran konferensi pers yang dilakukan jumat siang ini (9/10), membedah kronologis kejadian pada sejumlah wartawan pokja polres.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.IK,MH didampingi kasat reskrim AKP Budi Nuryanto, S.Pd kronologis pencurian sarang burung walet, saat jumpa pers di Mapolres Banjar

Dibeberkan Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.IK,MH didampingi kasat reskrim AKP Budi Nuryanto, S.Pd kronologis pencurian sarang burung walet dimulai dari persekongkolan antara MM (22), waga desa Balokang kota Banjar, sang penjaga gedung walet bersama para tersangka yang merupakan sindikat spesialis pencurian sarang walet pada rabu (26/8) lalu di gedung sarang walet yang berlokasi dilingkungan pintusinga Rt 01/17 kelurahan Banjar kota Banjar.

“kami menangkap 4 tersangka yang berasal dari kota Banjar, Ciamis, Subang dan Indramayu sementara 4 lainnya masih buron. Para tersangka ini memiliki peranannya masing-masing dalam menjalankan aksinya,” paparnya.

Lebih lanjut lagi, Kapolres mengungkap bahwa para tersangka menjalankan aksi pencurian sarang walet seharga 10 juta rupiah/Kg selama dua hari karena harus membobol baja dengan cara di las dan mesin gurinda.

“kami mengamankan seluruh barang bukti berupa segulung tali tambang, dua plat besi, sebuah alat pahat tembok dan batang pohon pinus termasuk 1 unit mobil avanza yang digunakan untuk mobilisasi tersangka saat beraksi dan berhasil mencuri 7 Kg sarang burung walet,” imbuhnya.

Keempat tersangka yang diamankan jajaran satreskrim polres Banjar yaitu MM (22) warga kota Banjar, S (30) warga kabupaten Indramayu, AR (44) warga kabupaten Subang dan NH (29) warga kabupaten Ciamis. Sementara empat kawanan lainnya yang masih buron yaitu Jaya dari kabupaten Tasikmalaya, Dados dan Aceng dari kabupaten Ciamis dan Dedi dari Banten.

“para tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” tuntasnya.

(Susi)

Admin BIN