oleh

Tak Permasalahkan Kritis Mahasiswa, Primus Jodi Setiawan Singgung soal Kenaikan Tunjangan Dan Fasilitas Tambahan DPRD Babel.

Buletinindonesianews.com

Pangkalpinang, Babel — Politisi Muda yang juga aktivis mahasiswa, Primus Jodi Setiawan, ikut berkomentar terkait aksi mahasiswa UBB yang sempat ramai dibicarakan di tengah masyarakat Bangka Belitung.

Menurut Primus Jodi, aksi dan kegiatan menyampaikan pendapat yang disampaikan mahasiswa harus disambut dengan baik, tapi harus sesuai aturan yang ada dan berlaku.

Hal tersebut disampaikan Primus Jodi melalui pesan singkat pribadi-nya, Rabu (1/9/2021).

Jadi, aksi dan menyampaikan pendapat itu, ga salah. Kalau ada ijinnya dan sesuai. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang,” kata Jodi.

Untuk itu, ia menegaskan, orang yang melakukan tindakan sewenang-wenang dan didukung, harus diingatkan.

Makanya, saya keras. Ada hak orang lain yang perlu kita hargai, bayangkan itu kalau orang tua kita, yang tidak dihormati.

“Sekali lagi, saya minta maaf, agak keras. Yang jadi masalah, bukan konten atau muatan kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik. Tapi ini jelas perbuatan yang keliru,” jelasnya.

Sementara itu, rencana kenaikan tunjangan Anggota DPRD Babel yang akan dirumuskan menuai penolakan dan respon beragam dari sebagian kelompok masyarakat.

Salah satunya Primus Jodi Setiawan, Politisi muda, sudah jelas bahwa wakil rakyat di tingkat daerah semakin dimanjakan dengan adanya peraturan tersebut dan sudah pasti bahwa harapan kita semua kinerja DPRD, terutama di Babel harus lebih optimal karena tujuan perubahan aturan tersebut agar kinerja lebih di tingkatkan.

“Saya melihat bahwa tunjangan yang begitu banyak ini tidak diimbangi dengan kinerja yang baik dari para Dewan tersebut. Belum lagi kita sedang mengalami problem sosial dan ekonomi di tengah masyarakat yang membuat masyarakat susah,” tutup Jodi.

Red

News Feed