Budayawan Ciamis Tindaklanjuti Perilaku Dua Oknum Peneliti Di Situs Budaya

Budayawan Ciamis Tindaklanjuti Perilaku Dua Oknum Peneliti Di Situs Budaya

Buletin Indonesia News
CIAMIS,–
Menyikapi duggan pelecehan di salah satu petilasan Kerajaan Galuh di Situs Karang Kamulyan Ciamis yang dilakukan sekelompok pengunjung yang mengaku romobongan Peneliti, para Kasepuhan dan Budayawan Ciamis melakukan pertemuan di Dinas Kebudayaan dan Olahraga, Kamis 08 Oktober 2020.

Dalam pertemuan ini, seluruh Budayawan, Kasepuhan dan Tokoh Masyarakat Tatar Galuh Ciamis diajak untuk menahan diri agar tidak berdampak pada hukum yang berlaku.
Hal ini menyusul adanya informasi yang simpang siur yang menyatakan bahwa persoalan ini dianggap sudah selesai, sementara masih dalam proses di Mapolres Ciamis.

DR. Yat Rospia Brata selaku Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis mengatakan bahwa pasca viralnya foto-foto pengunjung di atas batu sakral yang dulu dijadikan sebagai tempat peribadatan pada zaman Kerajaan Galuh, para Budayawan, Kasepuhan dan Masyarakat Tatar Galuh Ciamis langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Ciamis agar pelaku yang diduga melecehkan situs budaya di Karang Kamulyan ini diproses hukum.

Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Dr. Yat Rospia Brata mengaku miris ketika mendengar salah satu dari dua orang yang diduga melecehkan situs Karang Kamulyan ini adalah seorang Dosen di salah satu perguruan tinggi di Luar Ciamis. Sikap nyeleneh oknum dosen tersebut dinilai mencoreng marwah Akademisi yang seharusnya memberikan contoh edukatif bagi masyarakat.

Tonton Budayawan Galuh Bersikap :

Yat menghimbau kepada seluruh masyarakat Tatar Galuh Ciamis agar tetap menahan diri dan menghargai proses hukum. Dewan Kebudayaan Ciamis juga akan terus mengawal kasus ini sampai ke Pengadilan mengingat akibat kejadian ini, masyarakat Tatar Galuh Ciamis terusik untuk ke dua kalinya, setelah sebelumnya Budayawan Betawi, Ridwan Saidi memaknai Galuh sebagai Brutal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan berharap masyarakat Tatar Galuh Ciamis untuk menahan diri menyikapi dugaan pelecehan situs budaya oleh pengunjung di Karang Kamulyan. Karena ini sudah dilaporkan ke Mapolres Ciamis, jadi pihaknya mengajak supaya permasalahan ini tidak terulang lagi.

Saat dihubungi, Kepala Departemen Bahasa Sunda pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Dr. Ruhaliah, M.Hum mengakui wanita yang berdiri selfi di atas batu pada situs budaya Karang Kamulyan yang diklaim sebagai sebagai tempat peribadatan pada zaman kerajaan Galuh adalah merupakan Dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Sunda, UPI. Kendati demikian, Ruhaliah menegaskan bahwa kunjungan Dosen tersebut bukanlah dalam rangka tugas kelembagaan.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut di Ciamis. Yang bersangkutan pun mengaku tujuan tersebut adalah peelitian bersama rekan-rekan organisasinya dan tidak ada keterkaitan dengan Lembaga” papar Ruhaliah.

Pihaknya berharap, persoalan ini tidak berbuntut panjang karena yang bersangkutan sudah meminta maaf. (Agus**)

Admin BIN